Senin, 16 Januari 2017

Museum Angkut Malang, Sejarah Transportasi Dunia

" Semua orang bisa membuat sejarah. Hanya orang hebat yang bisa menuliskannya. " - Oscar Wilde


welfie di depan helikopter
Siapa bilang bekunjung ke Museum itu membosankan? Kita bisa mempelajari sejarah transportasi sambil berfoto-foto seru di Museum Angkut Malang.

Berbagai jenis mobil dari awal abad 19 s.d abad 21 yang digunakan di berbagai Negara di dunia ada di Museum Angkut ini. Begitu juga dengan berbagai tipe pesawat, helicopter dan kereta api. Disini juga terdapat mobil seri Chrysler Windsor Deluxe yang pernah dipakai oleh Presiden Soekarno.

Museum ini membuka wawasan mengenai transportasi dari masa ke masa.
Kita bisa naik dan berpose di dalam helicopter. Berselfie-ria di depan mobil antik yang berharga mahal dan prestisius pada zamannya.




selfie di depan mobil kuno yang antik

Selain itu terdapat pula replika kota-kota dari berbagai Negara. Kita bisa nongkrong di kedai kopi, pub, yang ada di jalanan kota Texas dan Las Vegas di replika Negara Amerika. Seru-seruan di Gangster Town dan Broadway Street, seperti di film-film gangster Hollywood.
pose depan reflika Istana Buckingham


Berkunjung ke replika rumah mungil Belanda. Naik sepeda dan bergaya seperti noni Belanda. Berkunjung ke replika negeri Perancis dan berfoto di depan replika Menara Eiffel. Masuk ke replika Istana Buckingham, dan berpose di depan istana.
Kita juga bisa merasakan suasana Batavia dan pelabuhan Sunda Kelapa jaman tempo dulu, dengan berbagai jenis alat transportasi saat itu.

Keluar dari gedung Museum kita bisa menikmati kuliner di pasar terapung dengan harga yang terjangkau dan tidak menguras kantong. Mencoba naik perahu dengan membayar Rp. 10.000,- per orang.

" Sejarah manusia merupakan pemakaman dari kebudayaan-kebudayaan yang tinggi, yang rontok
karena mereka tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan." - Erich Fromm

ruang tamu reflika rumah Belanda
reflika menara Eiffel
welfie di area Batavia

Berlokasi di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu, Malang
Tiket masuk untuk Senin – Kamis : Rp.60.000. Jumat, Sabtu, Minggu dan tanggal merah : Rp. 80.000,- Untuk yang membawa kamera dikenakan biaya tambahan Rp. 30.000,-.


Jam buka : jam 12.00 s.d 20.00



Rabu, 11 Januari 2017

Senja di Marina Bay Sands

“ Kita akan melampaui senja dan secara kebetulan membangunkan fajar dari dunia yang lain” – Khalil Gibran


Satu senja di bulan April aku duduk melepaskan lelah di bangku taman belakang Marina Bay Sands dengan pemandangan teluk dan kerlap kerlip pemandangan kota Singapura yang indah. Setelah berjalan-jalan sebentar di area mall tubuh ini cepat sekali lelah, tidak seperti beberapa tahun yang lalu, dulu aku kuat berjalan-jalan keliling sampai 4 - 5 jam. Mungkin aku mulai beranjak tua.

Mataku menatap lurus kedepan...pemandangan indah sekali. Sejenak aku terbebas dari beban hidup, terbebas dari beban kerja, dan terlupa sejenak dengan bos yang sangat menyebalkan (meskipun penampilannya sangat tampan dan terlihat baik hati tapi dia suka under estimate dan rasis). 

“ Alangkah buruknya kasih sayang yang meletakkan batu di sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi yang lainnya.” – Khalil Gibran



Diriku terbebas pula dari perasaan cemas dan khawatir. Indahnya hidup ini, seindah pemandangan di depan mataku. Andainya..hidupku seperti ini terus.

Duduk termenung seperti ini di alam terbuka yang indah membuatku rileks.



Rabu, 02 November 2016

Nasrudin dan si Pencuri

Nasrudin terbangun dengan kaget mendengar pintu rumah di gedor-gedor dengan kasar.
Dan ..blak..suara pintu terbuka sekaligus..kenceeng sekali. Nasrudin ketakutan. Itu pasti pencuri.  Ia mencari-cari tempat bersembunyi….a ha..ada sebuah kotak. Nasrudin masuk kedalam kotak besar di sudut ruangan.
Si pencuri mengobrak-abrik barang-barang yang ada di dalam rumah Nasrudin. Pencuri itu mencari emas dan uang. Tapi ia tak menemukan apapun. Pencuri itu hampir menyerah, tapi..ia melihat sebuah kotak besar di sudut ruangan. “ mungkin disini tersimpan emas dan uang..” pikir si pencuri.
Pencuri langsung membuka kotak itu dan ia kaget, ternyata isinya Nasrudin, si pemilik rumah.
“ Apa yang kamu lakukan disini?” si pencuri bertanya dengan kesal.
“Aku bersembunyi darimu,” jawab Nasrudin.
“Kenapa?”
“Aku malu..karena aku tak punya apapun yang bisa kuberikan padamu.”

“ Sahabatku yang papa..Jika engkau mengetahui bahwa kemiskinan membuatmu sengsara itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang keadilan dan pengertian tentang kehidupan, maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu…” – Khalil Gibran




Teori Relativitas Nasrudin

Suatu sore Nasrudin pulang dari pekerjaannya. Sang isteri menyambutnya dengan senyum sumringah dan berkata “ Aku punya sepotong keju untukmu !”
“ Alhamdulillah…keju sangat baik untuk kesehatan pencernaan.” Ia pun melahap sepotong keju dari piring yang disodorkan isterinya.

Keesokan harinya, Nasrudin pulang dari pekerjaannya dan langsung bertanya pada isterinya, “ Ada sepotong keju lagi untukku? “. Istrinya menjawab, “ tidak ada..”
“ Tidak apa-apa…lagipula keju tidak baik untuk kesehatan gigi. “
Istrinya bingung mendengar perkataan Nasrudin, dan ia pun bertanya, “ Saya bingung…mana yang benar..keju baik untuk kesehatan atau tidak baik?”

“ Tergantung…ada atau tidak adanya keju untukku!”


" Jika si bebal mengatakan bahwa jiwa akan lenyap seperti raga, jawabnya bahwa kembang pun akan sirna, sekalipun benih tetap ada. Itulah dalil ciptaan Tuhan." - Khalil Gibran

Rabu, 21 September 2016

Nasrudin, si banyak akal

" Inspirasi akan selalu bernyanyi, karena inspirasi tidak pernah menjelaskan." - Khalil Gibran

Suatu hari Nasrudin dan beberapa temannya diundang ke sebuah acara di kampung sebelah. Karena dia tidak memiliki kuda, dia diberi pinjam seekor kuda oleh salah satu temannya. Tapi kuda itu berjalan lambat sekali.

Di tengah perjalanan pulang ke kampungnya hujan turun deras sekali. Teman-temannya memacu kudanya agar berlari lebih cepat, supaya cepat sampai ke rumah masing-masing.

Lain halnya dengan Nasrudin yang menunggangi kuda yang berjalan lambat, ia berhenti sebentar untuk berteduh dan kemudian melipat pakaiannya yang kemudian dimasukan kedalam tas. Setelah hujan sedikit reda, ia meneruskan perjalanannya kembali. Ketika Nasrudin hampir sampai di kampungnya hujan berhenti. Nasrudin memakai bajunya kembali.

Teman-teman Nasrudin heran, dan salah satu temannya yang meminjaminya kuda bertanya," Kok bisa, bajumu tetap kering? Sementara kami basah kuyup kehujanan."
Nasrudin pun menjawab sekenanya, "Ini berkat kuda yang kutunggangi ini." Sembari menepuk-nepuk badan kuda.

Keesokan harinya sang teman pergi ke suatu tempat untuk suatu urusan.Ia menunggangi kuda yangberjalan lambat yang telah dipinjamkan pada Nasrudin kemarin. Di tengah perjalanan hujan turun lagi.

Sang teman tiba dikampungnya dengan basah kuyup dan marah-marah karena ia pikir Nasrudin telah membohonginya.

Nasrudin menjawab, " Itu karena kamu yang fokus pada kecepatan kuda, bukan kepada bagaimana mengatasi situasi hujan."

" Akal dan belajar itu seperti jiwa dan raga. Tanpa raga, jiwa adalah udara hampa. Tanpa jiwa, raga adalah kerangka tanpa makna." - Khalil Gibran

Nasrudin dan keinginan manusia



Suatu hari Nasrudin bertemu dengan Hakim Kota yang terkenal pandai dan bijaksana. Kemudian mereka terlibat pembicaraan dan perdebatan yang seru. Pada masa itu para cendekiawan sering berpikir hanya dari satu sisi saja, begitu juga dengan Bapak Hakim tersebut.


Setelah berbincang berbagai hal, akhirnya Hakim Kota itu bertanya pada Nasrudin, “Seandainya Anda diminta untuk memilih antara kekayaan dan kebijaksanaan, mana yang akan Anda pilih?”
“Tentu, saya memilih kekayaan.” jawab Nasrudin.
Hakim spontan membalas , “Anda adalah cendekiawan yang terkenal bijak. Tapi Anda lebih memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”
Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”

 “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.” tandas Sang Hakim Kota.
 “Kodrat manusia......memilih untuk memperoleh apa yang tidak dimilikinya." Nasrudin berucap.

" Di dalam hasrat manusia, ada kekuatan kerinduan yang mengubah kabut dalam diri  menjadi matahari."  - Khalil Gibran

Kamis, 14 Juli 2016

Itik buruk rupa dan Angsa yang cantik

"Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan dirimu mengetahui dirimu, dan yang satu lagi membayangkan bahwa orang lain mengetahui dirimu" - Khalil Gibran

Keenam telur itik itu menetas hampir bersamaan. Tinggallah satu butir telur yang lebih besar belum menetas. Sang induk itik sabar menunggu telur yang ketujuh menetas.
Akhirnya telur itik yang ketujuh itu menetas. Tapi yang satu ini berbeda dengan keenam anak itik yang berbulu kuning. Anak itik ini berbulu warna kelabu.

Induk itik memboyong ketujuh anak-anaknya untuk berjalan mencari makan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seekor ayam.
“ Apa khabar, ibu itik? Anak-anakmu sudah menetas ya. .”
Ayam itupun menengok ke arah anak itik yang berbulu kelabu, dan berkata : “ Tapi kenapa yang satu ini jelek sekali, bulunya kelabu ?”

Rombongan ibu itik dan anak-anaknya pun terus berjalan. Selama perjalanan mereka bertemu dengan hewan-hewan lain yang mengejek dan mengolok-olok anak itik yang berbulu kelabu.

Waktu berlalu. Anak itik berbulu kelabu tumbuh lebih besar tubuhnya dari anak-anak itik yang lainnya. Tapi itik itu selalu merasa tidak percaya diri karena sering diejek dan diolok-olok. Dan ia percaya kalau dirinya memang buruk rupa.

Suatu hari anak itik berbulu kelabu itu pergi meninggalkan keluarganya karena malu dengan keadaannya yang berbeda dengan saudara-saudaranya.

Setiap bertemu dengan hewan lain ia selalu bertanya, :
“ Apakah anda pernah bertemu dengan itik yang berbulu kelabu seperti diriku ?”
Tapi setiap hewan yang ia tanya selalu menjawab “ tidak pernah.”

Anak itik kelabu itu terus berjalan dengan hati yang galau karena ia pikir dirinya adalah mahluk hidup terjelek di dunia.

Suatu hari ketika ia sedang tertidur pulas karena kelelahan berjalan, seorang nenek menangkapnya dan membawanya pulang. Nenek itu merasa kasihan melihat itik remaja yang tampak kurus dan letih itu. Nenek lalu memberi makan. Kemudian memasukkannya ke kandang ayam untuk beristirahat.

Setiap hari nenek itu mengambil telur-telur ayam dari kandang. Ia melihat itik itu belum bertelur juga dan berkata, “ kamu tidak bisa bertelur, tak apa-apa....makanlah yang banyak supaya gemuk.”
Itik itu bertanya kepada ayam-ayam, “ mengapa aku tidak bisa bertelur?”
“ Kamu itik jantan, gak mungkin bertelur. Nenek ingin kamu gemuk karena kan dipotong dan dimasak jadi gulai.” Kata seekor ayam.

Itik kelabu itu ketakutan dan berniat kabur. Ia melakukan berbagai cara agar bisa kabur. Ia mengendap-endap pergi pada suatu malam ketika ayam-ayam dan si nenek sudah tidur. Itik itu lari sejauh mungkin.

Tiba-tiba cuaca menjadi sangat dingin. Itik diam di tepi kolam dan menggigil kedinginan, ketika seorang petani menemukannya. Petani itupun membawanya pulang. Itik yang sudah tak punya tenaga untuk melawan hanya bisa diam pasrah. Ia berpikir, tamatlah sudah hidupnya, petani itu pasti akan memotong dan memasaknya menjadi gulai.

Tapi itik itu salah sangka dengan niat baik Pak Petani. Pak Petani merasa iba padanya dan membawanya untuk merawatnya. Pak Petani itu memberinya makan-makanan sehat bergizi dan memberinya tempat tinggal. Setelah beberapa waktu itik itu kembali sehat dan merasa kuat untuk melakukan perjalanan. Itik berbulu kelabu itu pergi, hingga akhirnya tiba di sebuah danau. Ia pun berenang. Sekumpulan angsa menghampirinya dan menyapanya. Seekor angsa bertanya padanya,
“ Hai.. darimana asalmu. Kamu pasti bukan berasal dari sini ? Aku gak pernah melihatmu sebelumnya? “

Itik yang minder itu hanya menunduk karena takut dicemooh lagi. Tapi saat ia melihat kedalam air, ia terkejut melihat pantulan bayangan dirinya di air. Ia melihat bayangan seekor angsa yang cantik.

Itik berbulu kelabu tidak pernah menyadari kelebihannya. Ia selalu merasa minder dan percaya pada apa yang dikatakan oleh hewan-hewan lain yang iri hati dan ingin merendahkannya. Ia tidak menyadari kalau dirinya adalah seekor angsa yang cantik, berbeda dengan itik-itik lain dan juga saudara-saudaranya. Ia fokus pada apa yang dikatakan hewan-hewan lain padanya.

" Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya." - Khalil Gibran