Tampilkan postingan dengan label Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2018

Liburan di Waterboom Cipaku Ciamis

Liburan sekolah telah tiba. Warga sekitar Ciamis dan Tasikmalaya tak perlu jauh-jauh mengajak anak-anak pergi liburan, di Ciamis sudah ada tempat wisata Waterboom Cipaku.

















Rabu, 13 Juni 2018

Negeri di balik awan


" Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam. "- Albert Einstein

Seperti negeri di balik awan keindahan landscape tatar Pasundan ini. Diambil dari balik jendela di sisi kanan pesawat Wings Air dari Jakarta menuju Tasikmalaya.








Keindahan alam Pasundan dilihat dari ketinggian 13.500 kaki

" Di dalam segala hal yang ada di alam semesta ini, sesungguhnya kita bisa melihat banyak keajaiban." - Aristoteles

Foto-foto berikut ini saya ambil dari atas pesawat yang membawa saya dari Jakarta menuju Tasikmalaya di atas ketinggian 13.500 kaki di atas permukaan laut. Dari balik jendela di sisi kanan pesawat.















Kamis, 26 April 2018

Dinner at Backyard Grill Saung Gunung Jati Tasikmalaya


Libur sekolah telah tiba.  Seperti biasanya para keponakan berkumpul dan menginap di rumah nenek mereka. Kebetulan saya pun ada kesempatan untuk pulang kampung. Saya mengajak para keponakan untuk makan malam di Backyard Grilled Gunung Jati. Kuliner kekinian di kota Tasikmalaya. Mereka bersorak gembira.
Begitu tiba di lokasi dua orang keponakan yang masih balita dan tiga orang yang berusia dibawah sepuluh tahun langsung menyerbu air mancur di tengah taman. Mereka tampak gembira dan bahagia. Berlari-lari mengitari taman sambil tertawa-tawa. Lalu kembali mengelilingi air mancur.



Backyard Grilled Gunung Jati menyajikan paket daging kambing muda panggang yang disajikan di atas perapian kecil diatasi meja makan. Para keponakan terlihat gembira dan bahagia waktu mereka memanggang paha daging kambing muda, mengiris dan mengoleskan bumbu. Proses memanggang daging ini yang memiliki sensasi tersendiri tampaknya.



Konsep restoran outdoor yang ditata dengan apik sehingga terasa nyaman, tempat yang romantis untuk melewatkan malam Minggu bersama kekasih. Di belakang restoran ini ada area persawahan yang membuat terasa sejuk dengan semilir angin. Cocok untuk acara arisan, ulang tahun, atau hanya sekedar bersantai bersama keluarga , teman dan pasangan. Tak usah khawatir dengan harga. Menu makanan disini tidak menguras kantong terlalu dalam, jika dibandingkan dengan restoran serupa di Jakarta dan Bandung.

Berlokasi di taman belakang Restoran Sunda Saung Gunung Jati di Jl. Letjen Mashudi no 45 Cibeureum, Tasikmalaya. Jam buka dari sore jam 16.00 s.d 22.00. Tak jauh dari Bandara Wiriadinata, hanya beberapa ratus meter saja. Dan tak perlu bingung dengan transportasi, karena sudah banyak taxi online Grab dan Go Car yang bisa mengantar dari bandara ke restoran ini dan sekitar kota Tasik. Begitu juga dengan akomodasi di kota Tasikmalaya, banyak terdapat hotel dan penginapan.



Ketika engkau meraih jantung kehidupan,engkau akan menemukan keindahan dalam bentuk setiap benda,meskipun di mata sama sekali tak terlihat indah. - Khalil Gibran

Senin, 24 Juli 2017

Bandara Wiriadinata Tasikmalaya

Tanggal 10 Juni 2017, hari Sabtu, adalah moment bersejarah bagi warga Tasikmalaya. Pada hari ini Presiden Jokowi meresmikan bandara komersi Wiriadinata Tasikmalaya. Dan 1 Juli 2017 bandara ini dibuka untuk umum. Ini merupakan khabar baik bagi warga Tasikmalaya yang sering bolak-balik Tasikmalaya-Jakarta, baik untuk urusan pekerjaan, bisnis atau urusan keluarga.



Saya sempat memesan tiket pesawat untuk keberangkatan tanggal  1  dan 2 Juli 2017 dari Tasikmalaya (Bandara Wiriadinata) ke Jakarta (Bandara Halim Perdanakusumah), tapi sayang, tiket habis terjual untuk kedua tanggal tersebut. Akhirnya saya pun memesan tiket bus Budiman First Class jurusan Tasikmalaya – Bekasi, seperti biasanya. ( PO Budiman ini adalah perusahaan bus terbaik di kota Tasikmalaya, menurut pendapat saya, berdasarkan pengalaman saya naik bus antar kota selama lebih dari 20 tahun, tak ada transportasi umum bus yang lebih nyaman dari ini, dengan pool bus tersendiri yang dikelola dengan baik serta jauuuh…… lebih nyaman dari terminal bus Tasikmalaya. Saya kecewa dengan berita akan adanya aturan baru yang akan diberlakukan bahwa penumpang tidak boleh naik bus dari pool bus, mulai Oktober 2017.)



Tanggal 22 Juli 2017, saya berhasil mendapatkan boarding pass. Akhirnya saya punya kesempatan naik pesawat dari Halim Perdana Kusumah Jakarta (berjarak 20 menit berkendara dari tempat tinggal saya) ke Bandara Wiriadinata Tasikmalaya (berjarak  15 menit berkendara dari tempat tinggal orang tua dan keluarga di Tasikmalaya). Ketika masuk ke dalam pesawat, semua kursi terisi penuh, hanya tersisa satu untuk saya. Pesawat terbang di udara tidak lebih dari 30 menit. Total perjalanan Jakarta –Tasikmalaya hanya satu jam saja.

Ketika saya turun dari pesawat Wings Air yang membawa saya dari Jakarta ke Tasikmalaya…saya kaget (jauh dari yang saya bayangkan…karena terbiasa melihat Bandara Internasional  Soekarno Hatta, Changi Int. Airport, dan bandara lainnya ), ternyata bandara ini kecil sekali, dikelilingi oleh area persawahan, area indoor bandara pun hanya seluas sebuah rumah tinggal. Para penjemput berdiri di pinggir lapangan melambai-lambaikan tangan, mengingatkan saya akan film-film jaman dulu. Dan ketika hendak ambil bagasi, saya harus tanya dulu kepada petugas bandara, dimana tempat mengambil  bagasi. Saya masih bingung ketika petugas tsb. mempersilahkan saya duduk menunggu, nanti bagasi diantar katanya.

Tapi, saya merasa bangga, kota Tasikmalaya telah memiliki sebuah bandara. Senang dan bersyukur dengan beroperasinya bandara komersil di Tasikmalaya ini, karena memudahkan perjalanan saya, dan membuat nyaman, tidak capek. Mudah-mudahan…di masa depan bandara ini bisa berkembang seperti Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta .

Sedikit informasi bagi teman-teman yang berkunjung ke Tasikmalaya dan tak ada keluarga atau teman yang menjemput, lebih baik menyiapkan aplikasi GRAB, GO CAR, GO-JEK di HP,  karena di area bandara ini tidak ada transportasi umum seperti taxi konvensional dan ojek.  

" Bahwasanya dunia ini adalah tempat singgah untuk sementara waktu. Bukan tempat tinggal yang sebenarnya. Sedangkan manusia yang didalamnya selaku musafir yang sedang berkelana. Awal pertama manusia singgah dalam perut ibunya, dan terakhir manusia singgah di liang kubur. Manusia masih dalam perjalanan dan yang dituju adalah kampung halaman yang kekal yaitu Akhirat. " - Khalil Gibran




Minggu, 27 Januari 2013

Mak Eroh, wanita tangguh dari Kota Tasikmalaya




“Jika ada keyakinan yang dapat menggerakkan gunung, itu adalah keyakinan dalam diri Anda.”  
( Marie von Ebner-Eschenbach )


Mak Eroh (gambar diambil dari koalisiperempuan.or.id)
WAKTU masih kecil, kita mungkin pernah mendengar kisah dongeng adaptasi yang berjudul ‘The Little Engine That Could’? Buku itu bercerita tentang kereta api yang bergerak ke bukit dengan perlahan dan tersendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa.” Kereta pun terus bergerak perlahan naik hingga tiba di bukit dengan selamat.

Begitulah intisari dari kisah dongeng anak-anak itu.

Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.

Apa yang membuat nama Mak Eroh melambung? Mak Eroh, bergelantungan seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan kemampuan nya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang atau bermain dengan cucu.

" Jangan pernah ragukan kebaikan didalam dirimu. Karena itu tidak pantas."  (Dodinsky)

Mak Eroh yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas III SD dan memiliki tiga orang anak, dalam aksinya menggunakan tali areuy, tali sejenis rotan sebagai penahan ketika bergelantungan. Sedangkan alat yang dipakai untuk ‘mengebor’ tebing cadas hanyalah cangkul dan balincong, serupa linggis pendek

Saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Cilutung akhirnya berhasil diselesaikan. Berhentikah tindakan Mak Eroh mengebor tebing cadas? Belum. Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Mak Eroh melanjutkan membuat saluran air berikutnya sepanjang 4,5 kilometer mengitari 8 bukit dengan kemiringan 60-90 derajat. Bukan main! Pengerjaannya kali ini dibantu oleh warga desa yang mau membantunya, setelah melihat dengan mata kepala sendiri hasil yang telah dilakukan Mak Eroh. Dalam waktu 2,5 tahun, pekerjaan lanjutan itu terselesaikan dengan baik. Hasilnya? Bukan hanya lahan pertanian sawah Desa Santana Mekar yang terairi sepanjang tahun. Tapi juga dua desa tetangga yang ikut menikmati kucuran air hasil kerja keras Mak Eroh setelah warganya membuat saluran penerus, yaitu Desa Indrajaya dan Sukaratu.

" Keyakinan menciptakan kenyataan." (William James)

Aksi Mak Eroh akhirnya sampai juga ketelinga Presiden Suharto. Atas aksinya yang tergolong berani dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar, Mak Eroh mendapat penghargaan Upakarti Lingkungan Hidup pada tahun 1988. Setahun kemudian, dia juga meraih penghargaan lingkungan dari PBB.

Dua kisah di atas memberi hikmah bahwa sebenarnya kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan yang dimiliki. Percaya akan kemampuan diri sendiri. Jadilah lokomotif, dan teruslah bergerak untuk maju.

Sumber : resensi.net