Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Why do I love you, Sir ? , Emily Dickinson


Emily Dickinson adalah seorang penulis puisi Amerika yang hidup pada pertengahan abad 19. Lahir di Amherst, Massachusetts, 10 Desember 1830. Meninggal 15 Mei 1886.

Emily Dickinson



"Why do I love You, Sir? "
(Emily Dickinson)

‘’Why do I love" you, Sir?
Because the wind does not require the grass to answer
Wherefore when he pass
She cannot keep her place.

Because he knows and
and do not you
And we know not enough for us
The wisdom it be so

The lightning never asked an eye
Wherefore it shut when He was by
Because he knows it cannot speak
And reasons not contained of talk
There be preferred by Daintier Folk

The sunrise sire compelleth me
Because he's sunrise and I see
Therefore then  I love Thee

Selasa, 17 April 2012

Puisi dan Lukisan karya Marilyn Monroe, si Kutu Buku

Marilyn Monroe yang terkenal sebagai 'Simbol Sex Abad 20' itu ternyata seorang kutu buku dan sangat menyukai karya-karya sastra. Dia suka menulis puisi dan melukis. Banyak fakta yang membuktikan bahwa dia bukanlah seorang ' Gadis Pirang Bodoh'. 

Marilyn takut untuk menunjukkan puisi-puisi karyanya ke publik, karena takut dikritik. Dia hanya memperlihatkannya kepada Milton Greene, Carl Sandburg, & Norman Rosten dan beberapa teman yang dipercayainya.

Sebuah puisi tentang waktu ia tulis :     

O, waktu
Berbaik hatilah
Bantulah makhluk lemah ini
Untuk melupakan kenangan yang sedih,
Hilangkanlah kesepianku,
Tenangkanlah fikiranku,
Sementara kau melumat ragaku.


Puisi yang diduga ia tujukan kepada ibunya yang menelantarkannya :

Aku bisa saja mencintaimu ketika itu
bahkan menyatakan cinta.
Tetapi kau pergi,
ketika kau datang kembali ini sudah terlambat.
Dan cinta adalah sebuah kata yang terlupakan.
Ingatkah ?


Puisi tentang sebuah boneka :

Jangan menangis bonekaku
Jangan menangis
Aku memelukmu dan menidurkanmu
hush...hush...
Aku berpura-pura
Aku bukan ibumu yang meninggal.




Sebuah puisi tentang kesedihan dan duka cita  :

Aku berurai air mata, jatuh ke atas bir dan aku tak dapat membiarkannya
Ini sungguh buruk
Aku merasa sedih
Aku memiliki hidupku
Aku mempunyai ukiran kecil 
dari duka cita
Kemudian
Aku temukan ranting yang telah hilang untuk berpegangan
Sungguh luar biasa untuk bisa hidup
Mereka berkata aku orang yang beruntung
Sulit untuk dibayangkan
Ketika segala yang saya rasakan
Luka


Sebuah puisi tentang kerinduannya akan rumah :

Aku tinggalkan rumah dari kayu kasar berwarna hijau
Sebuah sofa beludru warna biru
Aku memimpikannya hingga saat ini
Semak semak gelap yang bersinar
Tinggalkan pintu
Berjalan
Berbunyi berkeletak
Seperti bonekaku di keretanya
Pergi melalui celah celah
Kita akan pergi jauh


Dan masih banyak puisi-puisi karya Marilyn yang lainnya.

Selain banyak menulis puisi Marilyn juga melukis. Berikut ini dua buah lukisan karyanya yang dia berikan kepada Susan Strasberg pada musim panas 1955.

    'life is wonderful so what the hell '



' lonely '




Referensi : www.immortalmarilyn.com
                  the-lovely-marilyn-monroe.popsugar.com