Tampilkan postingan dengan label selfie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label selfie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2018

Selfie di Tirta Pasir Raya Panjalu

Wisata Tirta Pasir Raya Panjalu berlokasi sekitar 30km dari pusat kota Tasikmalaya. Keindahan alamnya cocok sekali untuk dijadikan tempat selfie.















Kolam renang berada di puncak area wisata.


Untuk masuk ke area wisata ini cukup membayar Rp 20.000,- termasuk tiket masuk kolam renang.






Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya, “Mengapa engkau menangis, sungaiku yang jernih?" Dan sungai itu menjawab, "Sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia-siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan mereka memperalatkanku bagai pembersih sampah, meracuni kemurnianku dan mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk.”


Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertanya, “Mengapa engkau menangis, burung-burungku yang cantik?”


Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap di hujung sebuah cabang pohon dan berkata, “Anak-anak Adam akan segera datang di ladang ini dengan membawa senjata-senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya. Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain, sebab kami tidak tahu siapa di antara kami yang bisa selamat dari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi.”
Kini, matahari terbit dari balik puncak pergunungan, dan menyinari puncak-puncak pepohonan dengan rona mahkota. Kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri, "Mengapa Manusia mesti menghancurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?"
~ Kahlil Gibran ~

Selasa, 04 Juli 2017

The Tourist

" Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Karena aku tidak akan berdiam diri seperti penonton yang menyaksikan perarakan berlalu." - Khalil Gibran

Beberapa bulan yang lalu aku dan adikku berkunjung ke Bangkok (Thailand). Bukan karena kami tak suka dengan tempat wisata negeri sendiri. Berkunjung ke Negara yang berbeda bahasa dan bangsa memiliki sensasi tersendiri. Tujuanku pergi kesana adalah untuk memenuhi rasa ingin tahu mengenai negeri lain. Ingin tahu seperti apa rasanya tinggal di negeri yang terkenal dengan sebutan negeri gajah putih ini ( selama disana saya belum punya kesempatan bertemu dengan gajah putih), meskipun hanya beberapa hari saja, mencicipi kuliner khas-nya, berbelanja di pasar tradisional-nya, berkomunikasi dengan penduduk lokal. Kami mendadak jadi turis.


mencicipi kuliner kota Bangkok di Chatuchak Market
es krim khas Thailand
Minum kopi yang dibeli di Family Mart, mini market seberang Nasa Vegas Hotel tempat kami menginap, di pagi hari sebelum explore kota Bangkok.


Berbeda dengan diriku, turis yang satu ini, yaitu adik perempuanku, memiliki tujuan untuk selfie ria dengan latar belakang kota Bangkok. Mungkin selfie di negeri gajah putih ini memiliki sensasi tersendiri, meskipun banyak tempat wisata di Indonesia yang memiliki panorama alam yang jauh lebih menarik dan instagramable. Bahkan, suasana kota Bangkok tak jauh berbeda dengan Jakarta, udaranya pun sepanas dan segersang Jakarta. Namun, seperti kata pepatah, rumput tetangga selalu lebih menarik.

di Bandara Don Mueang
di ruang tunggu bandara Don Mueang
di Ramkhamhaeng Road
bersama secangkir espresso di sebuah kafe di Wat Arun

Kelebihan kota Bangkok dari Jakarta adalah transportasi umum yang lebih baik dan teratur (sistem kereta api yang terdiri dari BTS, MRT, ARL). Banyak akses menuju mall-mall, pusat perbelanjaan, tempat wisata, bandara, serta hotel yang terhubung dengan kereta api, sehingga mempermudah turis menjelajah kota. Satu lagi,….ssstt… ternyata kuliner di Bangkok lebih murah dan enak daripada Jakarta.


skywalk/jembatan yang menghubungkan stasiun kereta dengan lobby Nasa Vegas Hotel



Rabu, 03 Mei 2017