Jumat, 14 Desember 2012

Rama, Sinta, Rahwana dan Cinta Segitiga



Suatu hari Rama mengajak Sinta jalan-jalan ke hutan, dan adiknya Laksmana diajak serta. Setelah beberapa saat mereka berjalan-jalan menikmati keindahan hutan yang asri mereka kelelahan. Kemudian mereka beristirahat di tepian danau indah di tenga hutan. Tiba-tiba melintas seekor kijang berwarna emas. Sinta terpesona oleh kilau dan keindahan rupa kijang emas itu. Shinta ingin memiliki kijang itu. Rama yang sangat mencintai Shinta berusaha memenuhi keinginan Sinta. Cintanya telah membutakan akal sehatnya sehingga tidak berpikir panjang. Rama pergi mengejar kijang emas itu setelah sebelumnya berpesan pada Laksmana untuk menjaga Shinta. Rama, Sinta dan Laksmana tidak menyadari bahwa kijang emas itu adalah perwujudan tipu muslihat Rahwana untuk merebut Sinta. Mereka lengah.

Rama dan Shinta (gambar diambil dari www.ngomik.com
Setelah sekian lama Rama mengejar kijang emas dan belum kembali membuat Laksmana khawatir. Ia kemudian membuat garis batas supaya Sinta tidak keluar dari tempat aman dan melarang Sinta keluar dari batas yang ia buat. Ia pun segera menyusul kakaknya. 

Rahwana mengetahui Laksmana telah membuat batas aman buat Sinta. Ia tidak kehilangan akal. Ia menyamar menjadi seorang brahmana tua agar diberi sedekah oleh Shinta. Tipu muslihat Rahwana berhasil membuat Sinta mau mengulurkan tangan untuk memberi sedekah. Dan pada saat Sinta mengulurkan tangan, Rahwana tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia menarik tangan Sinta keluar dari lingkaran aman. Sinta pun berhasil dibawa kabur olehnya. Sinta tak menaruh curiga terhadap lelaki tua itu. Sinta melanggar aturan yang dibuat Laksmana untuk keselamatannya. Ia ceroboh dan tidak waspada.

" Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran." (Khalil Gibran)

Rama dan Laksmana kembali ke tempat dimana Sinta menunggu. Namun mereka terkejut karena Sinta telah hilang. 

" Selamatkan aku dari dia yang tidak mengatakan kebenaran kecuali kalau kebenaran itu menyakiti; dan dari orang yang berperilaku baik tetapi berniat buruk; dan dari dia yang memperoleh nilai dirinya dengan mencela orang lain." (Khalil Gibran)

Rahwana telah jatuh cinta kepada Sinta sejak beberapa waktu sebelumnya. Rahwana terpikat oleh kecantikan ragawi Sinta. Ia mabuk kepayang dan tak peduli pada kenyataan bahwa Sinta adalah milik orang lain. Ia bersikukuh ingin memiliki Sinta. Cinta buta telah membuat Rahwana  menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.

"Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita."  (Khalil Gibran)

Tarian Rama Shinta (gambar diambil dari cenangsari.net)


Waktupun berlalu, telah sekian lama Sinta tinggal di rumah megah Rahwana. Ia telah terpisah dari Rama. Setiap hari ia berharap Rama datang membawanya keluar dari rumah Rahwana. Tapi Rama tak kunjung datang untuk merebut dirinya kembali. Kadang terbersit di pikiran Sinta mungkin Rama sudah tak mencintainya lagi. Sinta pasrah terhadap keadaan. Ia menyerah.

" Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau." (Khalil Gibran)

Di lain tempat, Rama mengenang kisah cintanya dengan Sinta, hari-hari yang telah dilalui bersama Sinta. Tapi, kini sudah bertahun-tahun Sinta tinggal bersama Rahwana. Rama menduga, Sinta telah menikmati segala limpahan kemewahan yang diberikan oleh Rahwana. Barangkali Sinta pun sudah tak mencintainya lagi. Barangkali Sinta sudah tidak suci lagi. Ia pun urung untuk mencari Sinta.

"Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyadari kebodohanku itu, dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku." (Khalil Gibran)

Akhirnya Rama dan Sinta saling curiga.

Seandainya Sinta tidak silau oleh kemilau kijang emas………
Seandainya Rama lebih waspada……………..
Seandainya Rama berpikir jernih ………………
Seandainya Sinta tidak melanggar aturan……….
Seandainya Sinta tidak menyerah pada keadaan......

Kamis, 13 Desember 2012

Jacqueline Kennedy, ikon keanggunan dan high style fashion



 " I want to live my life, not record it."

Jacqueline Bouvier Kennedy dikenal sebagai isteri Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, selebriti dunia, penulis, dan juga ikon keanggunan. Jackie memiliki pesona yang berbeda dengan para selebriti dunia dan para ibu Negara Amerika Serikat lainnya. Ia isteri Presiden yang berjiwa muda, bermartabat dan penuh gaya. Tidak ada wanita manapun pada saat itu, barangkali hingga saat ini yang memiliki kekuatan secara politik, budaya dan social dan pesona seperti Jackie.  Ia memiliki kecantikan yang anggun, sopan, elegan dan aristokratik. Kecantikannya yang segar dan muda ia bawa ke Gedung Putih pada tahun 1961.

Busana yang dikenakannya menginspirasi para wanita di Amerika, Eropa dan negara-negara lainnya. Banyak wanita meniru gayanya berbusana mulai dari pakain, topi, tas hingga sepatu. Ia menjadi inspirasi para designer. Ia menjadi ikon high style fashion. Suatu ketika Jackie secara tak sengaja membuat penyok topi pillbox miliknya, segera saja topi pillbox penyok menjadi mode saat itu.























Senin, 03 Desember 2012

Archimedes, Bapak Matematika Dunia



Archimedes karya Fetti
“ Eureka ! I have found it.” Archimedes bangkit dari bak mandi dan berlari-lari telanjang. Ia telah menemukan cara menentukan volume benda yang tidak teratur dengan merendamnya dalam air. Pada saat itu ia mendapat perintah dari Raja Hieron II untuk menguji material emas bahan dasar dari mahkota raja. Kemudian ia membuktikan bahwa mahkota tersebut ternyata tidak seratus persen emas, tetapi terdiri dari campuran logam perak.

"Jangan ganggu lingkaranku!!!" Teriak Archimedes, sesaat sebelum ia terbunuh oleh pasukan Romawi. Saat itu ia tengah mengerjakan persoalan geometri dengan menggambar lingkaran-lingkaran di atas tanah. Padahal, Marcellus, Jenderal Romawi, telah memerintahkan agar Archimedes tidak dilukai apalagi dibunuh.



Archimedes  ( 287 SM – 212 SM), seorang ahli matematika terbesar sepanjang sejarah. Ia berasal dari Syracusa, Yunani.  Ia juga seorang astronom, filsuf dan fisikawan. Ia menghabiskan waktu belajarnya di kota Alexandria, Mesir. Ia berasal dari Syracusa, Yunani. Ia hidup pada masa pemerintahan Raja Hieron II. 
 
Bunyi Hukum Archimedes :
“Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhya kedalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut”

Benda akan terapung jika massa jenis benda yang dimasukkan kedalam air lebih kecil dari massa jenis zat cairnya.

Benda akan melayang jika massa jenis benda  yang dimasukan kedalam air sama dengan massa jenis zat cairnya
 
Benda akan tenggelam jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air lebih besar dari pada massa jenis zat cairnya.


Penerapan hukum Arcimedes di dunia saat ini :

Kapal Laut 
Teknologi ini berdasarkan  hukum Archimedes dimana gaya apung suatu benda sebanding dengan banyaknya air, sehingga kapal laut bisa terapung dan tidak tenggelam.

Kapal Selam
Pada bagian tertentu dari kapal selam terdapat sebuah rongga yang dapat menampung sejumlah air laut yang bisa di isi dan di buang sesuai kebutuhan. Saat akan menyelam, rongga tersebut di isi dengan air laut sehingga berat kapal bertambah. Saat akan mengapung, air laut dalam rongga dikeluarkan sehingga berat kapal lebih ringan dan dapat mengapung di permukaan air laut.

Balon Udara
Untuk dapat terbang di udara, balon ini harus di isi dengan gas yang memiliki massa jenis lebih kecil dari udara atmosfer, sehingga memperoleh gaya ke atas.

     
Referensi : en.wikipedia.org
                  multi sumber