Tampilkan postingan dengan label Zara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Mei 2017

Paris Van Java Mall

Paris Van Java adalah mall favorit saya kala berkunjung ke Bandung. Mall ini sedikit berbeda dengan mall-mall di Jakarta dan kota besar lainnya. Meskipun tidak terlalu besar tapi memiliki sesuatu yang menarik, konsep bangunan mall mirip khas Eropa dan nuansa open-air. Mall ini berlokasi di Jl. Sukajadi no 131 - 139, Cipedes, Sukajadi, Bandung, Jawa Barat.

Pengunjung mall ini tidak hanya berbelanja seperti pengunjung mall pada umumnya, tapi juga menjadikan mall ini sebagai tempat wisata keluarga.

Yang bisa dilakukan bersama keluarga di Paris Van Java, diantaranya :

Belanja Baju dan Sepatu
Banyak toko-toko pakaian ber-merk seperti : Zara, Bershka, H&M, Mango, Mark&Spencer, My Size, Lacoste, Adidas, Converse, Coldwear, New Balance, Nike, Polo, Puma, Quicksilver, Ripcurl, Salt n Pepper, The Excecutive, Wakai, Origin, dan masih banyak lagi merk lainnya baik local maupun internasional, dan ada juga Dept. Store SOGO.



Belanja kebutuhan rumah tangga
Supermarket : Carrefour

Kuliner
Restoran : Albertos Burger Lounge, Bao Dimsum, Beatrice Quarters, Bullwings, Chung Gi Wa, Dapoer Penyet, Little Tokyo, Pepper Lunch, Quali, Redbean, Zuki Suki.
Makanan cepat Saji : A&W, Burger King, Dominos Pizza, Kenny Rogers Roasters, KFC, Pepper Lunch, Raffels, Richeese, Taiwan Dian Xin.
Roti dan kue : Breadlife, Breadtalk
Makanan ringan dan minuman ringan : 2Tang, Addict Tea, Auntie Anne’s, Baskin Robbins, Beatrice Quarters, Calais, Chia-Yo, Cloud 9, D’Latinos, Daily Fresh, Presotea, Sour Sally, Sumoboo, Taiwan Dian Xin.



Nongkrong di Kafe : Black Canyon Coffe, Cafe Halaman, Caribou Coffe,  D’Latinos, Javana Bistro, Kopi Lay, Pancious, Pizza E’Bira, Starbucks, JCO.

Karaoke Keluarga : Inul Vizta

Taman bermain anak : Kids Land dan Boulder Trampoline Park ( di Sky Level)

Ice Skating di Sky Level

Mengunjungi taman bunga di Sky Level

Mengunjungi Lactasari Mini Farm
Ajaklah anak-anak anda mengunjungi peternakan mini ini di Sky Level.

Mengunjungi penangkara burung
Anda bisa mengajak anak-anak memberi makan burung di area ini

Sudut cantik di area toilet mall Paris Van Java

kolam kecil di area toilet

hiasan dinding di lorong menuju toilet


“Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima”


Selasa, 04 April 2017

My Idol : Amancio Ortega


"Pelangganlah yang menggerakkan bisnis,” ungkap Amancio Ortega.

Aku sangat mengagumi Amancio Ortega, karena beliau adalah pendiri perusahaan fashion internasional bergengsi merk Zara, dan merupakan salah satu miliarder dunia. Ortega merintis bisnis dari bawah. Toko retail Zara tersebar di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Ia juga pemilik brand fashion Massimo Dutti dan Pull & Bear.

Ortega lahir di kota La Coruna Spanyol. Ortega muda putus sekolah sejak usia 14 tahun untuk bekerja. Kemiskinan mengharuskan ia bekerja sejak usia dini. Ayahnya merupakan buruh perusahaan kereta api dan ibunya seorang ibu rumah tangga.  

Karir Ortega dimulai di usia 14 tahun sebagai asisten penjahit pakaian mewah. Ia banyak belajar mengenai proses produksi pakaian dan distribusi ke toko. Disini ia mempelajari pentingnya menjual langsung ke konsumen tanpa melalui distributor.

Ortega menyadari hanya sedikit orang yang mampu membeli baju-baju mahal. Pada tahun 1975 ia mendirikan toko Zara di ruang tamu rumahnya dengan tujuan agar semua orang bisa membeli baju berkualitas dengan harga yang terjangkau. Ia mengandalikan proses produksi untuk memangkas biaya produksi. Bisnisnya terus melesat karena harga yang murah dengan kualitas yang bagus dan mewah.

Meskipun sekarang hidup dalam berkelimpahan harta dan uang, Ortega tetap mempertahankan gaya hidup sederhana. Pria berusia 80 tahun ini berbaur dengan para pegawai di perusahaannya di kota La Coruna. Ia sering makan siang di kafetaria/kantin perusahaan bersama para pegawai.

Berikut ini pelajaran yang dapat dipetik dari bisnis Amancio Ortega :

Pelajaran pertama: kecepatan adalah segalanya
Strategi Ortega untuk mempertahankan bisnisnya adalah dengan mengganti koleksi Zara setiap minggu. Ia berusaha keras untuk dapat mengeluarkan produk-produk terbaru. Kecepatan telah menjadi ciri khas dari bisnis Ortega.

Pelajaran kedua: terobsesi dengan keinginan konsumen
Pelanggan adalah prioritas dan perhatian utama bagi Ortega, baik dalam proses pembuatan koleksi busana, desain toko, serta kegiatan lainnya.

Pelajaran ketiga : mengamati trend
Ortega mengamati keinginan konsumen dengan melacak para fashion blogger untuk mengikuti trend.

Pelajaran keempat : Tidak pernah berhenti berinovasi
“Hal terburuk yang bisa melemahkan seseorang adalah rasa bepuas diri,” kata Ortega, “karena sukses bukan jaminan. Aku tidak pernah membiarkan diriku puas dengan apa yang telah kulakukan, dan aku selalu mencoba menanamkan hal ini pada setiap orang di sekitarku."
"Jika Anda ingin berinovasi, jangan berfokus pada hasil."

“ Kau bekerja supaya langkahmu seiring irama bumi, serta perjalanan roh jagad ini.
Berpangku tangan menjadikanmu orang asing bagi musim. Serta keluar dari barisan kehidupan sendiri.Yang menderap perkasa, megah dalam ketaatannya, menuju keabadian masa.
Bila bekerja ibarat sepucuk seruling, lewat jantungnya bisikan sang waktu menjelma lagu. Siapa mau menjadi ilalang dungu dan bisu, pabila semesta raya melagukan gita bersama?”
Selama ini kau dengar orang berkata, bahwa kerja adalah kutukan, dan susah payah merupakan nasib, takdir suratan.” – Khalil Gibran