Tampilkan postingan dengan label Cinderella. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinderella. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2018

Sepatu Cinderella hanya pas di kakinya


Kenapa sepatu Cinderella hanya pas di kakinya? Karena ukuran sepatu Cinderella berbeda dengan ukuran sepatu gadis-gadis lainnya.

Ukuran sepatuku berbeda dengan ukuran sepatumu.

Ukuran hidup kita belum tentu sama dengan ukuran hidup orang lain.

Ketika kita hanya mampu membeli tas seharga 250.000 rupiah sementara teman kita membeli tas dengan harga 1.500.000 rupiah, kita bilang teman kita berlebihan padahal dia belanja tidak menggunakan uang kita. Dan ternyata dia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga 5.000.000 rupiah yang sanggup dia beli.

Ketika kita hanya mampu mengatur uang belanja satu juta sebulan, sementara teman kita pengeluaran belanja bulanannya lima juta sebulan, kita bilang dia boros, padahal dia tidak pernah berhutang pada kita dan ternyata mereka beramal lebih banyak dari uang belanjanya. Dan mereka tak pernah lupa memberikan sumbangan.

Ketika kita hanya mampu hidup selalu dekat suami, sementara teman kita berpisah jarak dan waktu dengan suami nya, kita bilang dia menggadaikan rumah tangga demi materi. Ternyata dia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya.

Ketika kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga, sementara kawan kita memilih bekerja, kita bilang dia menggadaikan masa depan anak. Ternyata dia bangun lebih pagi dari kita, belajar lebih banyak dari kita dan berdoa lebih khusyuk memohon kepada Allah untuk menjaga dan melindungi anak-anaknya.

Seringkali kita lebih pandai menilai orang lain. Padahal kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan dihadapi oleh orang itu dan tidak tahu apa yang dilakukannya di luar sepengetahuan kita.

Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita. Jangan mengukur kehidupan orang lain dengan kehidupan kita. Jangan menggunakan kacamata kita untuk menilai orang lain, penampilan luar belum tentu mencerminkan sifatnya.

Jangan sibuk mengurusi hidup orang lain padahal kita tidak tahu apa-apa tentang dia.

Sumber cerita : anonim

Selasa, 24 Juli 2012

Cinderella, gadis yatim piatu yang memikat Pangeran


Pada suatu waktu seorang ibu muda melahirkan seorang bayi perempuan. Tak lama kemudian sang ibu wafat meninggalkan si mungil cantik bersama ayahnya. Dan sang ayah tentunya tidak bisa hidup sendirian membesarkan putrinya tanpa seorang istri disampingnya. Maka sang ayah yang seorang duda akhirnya mencari seorang wanita untuk dijadikan istrinya dan ibu dari putrinya. Ia lalu bertemu dan menikah dengan seorang janda muda yang memiliki dua puteri. Beberapa waktu kemudian iapun wafat meninggalkan sang gadis bersama ibu tiri dan dua saudari tiri.

Malang nasib Cinderella, gadis yatim piatu itu. Ibu tiri dan saudari-saudari tirinya memperlakukannya sangat buruk, bahkan menjadikannya seorang pembantu di rumahnya sendiri (rumah besar warisan orang tuanya untuk Cinderella). Cinderella bersabar hati menghadapi perlakuan mereka. Ia dengan tulus ikhlas menerima nasibnya tanpa mengeluh dan menggerutu.

Suatu hari kerajaan mengumumkan bahwa akan diadakan suatu pesta dansa. Di pesta itu pangeran pewaris kerajaan akan mencari dan memilih gadis-gadis cantik untuk dijadikan pendamping hidupnya. Gadis-gadis dari seluruh negeri diundang untuk hadir, termasuk kedua saudari tiri Cinderella.

Seorang peri datang tiba-tiba menghampiri Cinderella. Ia menyambut hangat ibu peri tanpa memiliki rasa curiga, karena yakin akan kebaikan hati sang peri dan semua akan berjalan dengan baik. Peri itu menolongnya dan mendandaninya sehingga berubah seketika menjadi gadis yang sangat jelita. Cinderella yakin penampilan yang sempurna memiliki kekuatan yang mempesonakan. Ibu peri juga telah menyediakan sebuah kendaraan untuk Cinderella berangkat ke pesta. Cinderella tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Namun Ibu Peri berpesan supaya Cinderella pulang sebelum jam dua belas malam meskipun pesta belum berakhir.

Cinderella pun pergi ke pesta. Ia tidak merasa khawatir meskipun harus pergi sendiri. Di pesta Pangeran melihat Cinderella dan terpesona oleh kecantikannya. Pangeran tak lagi menghiraukan gadis-gadis lainnya. Cinderella menerima ajakan Pangeran untuk berdansa dengan penuh percaya diri. Tapi tak lama kemudian Cinderella melihat jam dinding menunjukkan hampir jam dua belas malam, iapun terburu-buru pulang hingga tak sadar sebelah sepatunya tertinggal di ruang pesta. Meskipun ia sangat menikmati dansa bersama pangeran dan ia juga jatuh cinta sama pangeran, Cinderella menepati janjinya pada ibu peri. Cinderella yakin bahwa kalau pangeran mencintainya, ia pasti akan mencarinya.

Esok hari setelah pesta usai Sang Pangeran bersama para pengawalnya berkeliling negeri membawa sebelah sepatu kaca. Ia mengetuk setiap rumah gadis-gadis. Berharap bertemu dengan si gadis pemilik sepatu.

Tak ada gadis yang kakinya pas dengan sebelah sepatu kaca itu, termasuk kaki kedua saudari tiri Cinderella. Pangeran hampir kecewa serta putus asa, namun akhirnya ia bertemu juga dengan Cinderella. Dan sepatu itupun pas di kaki Cinderella. Pangeran merasa bahagia karena telah menemukan gadis idamannya yang ditemuinya di pesta dansa. Pangeran pun memboyong Cinderella ke istananya.

Cinderella hidup berbahagia bersama Pangeran. Ia pun melupakan pengalaman-pengalaman buruk masa lalunya.