Tampilkan postingan dengan label fajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2017

Sunrise di Pantai Timur Pangandaran



" Tenanglah hatiku ! Tenanglah hingga fajar tiba, karena dia yang menanti pagi dengan sabar akan menyambut pagi dengan kekuatan. dia yang mencintai cahaya, akan dicintai cahaya." - Khalil Gibran
sesaat setelah sunrise
Panorama alam di saat fajar tiba memang selalu tampak indah. Begitu juga dengan pemandangan alam di Pantai Timur Pangandaran ini.
suasana setelah sunrise

pagi menjelang

pagi membawa bahagia

ceria bersama mentari pagi

bermain di bawah mentari pagi
Waktu setelah sunrise membawa keceriaan dan semangat baru.

Bangun di awal pagi, membuka jendela dan menyaksikan matahari perlahan muncul di balik horizon adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Alangkah indah alam semesta ciptaan Sang Maha Pencipta. Alangkah indah hidup ini.



Alangkah indah hidup ini
Walau musim bunga bertepi duka






Jumat, 03 Juni 2016

Tenanglah, hatiku !

Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba.

Tenanglah, meskipun prahara yang mengamuk mencerca bisikan-bisikan batinmu, dan gua-gua lembah takkan menggemakan bunyi suaramu.

Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba. Karea dia yang menantikan dengan sabar hingga fajar, pagi hari akan memeluknya dengan semangat.

Nun, di sana ! Fajar merekah, hatiku. Bicaralah, jika kau mampu bicara!
Itulah arak-arakan sang fajar, hatiku! Akankah hening malam melumpuhkan kedalaman hatimu yang menyanyi menyambut fajar?

Lihatlah kawanan merpati dan burung murai melayang di atas lembah. Akankah kengerian malam menghalangi engkau untuk menduduki sayap bersama mereka?

Para pengembala memandu kawanan dombanya dari tempat ternak dan kandang.
Akankah roh-roh malam menghalangimu untuk mengikuti mereka ke padang rumput hijau?


Anak lelaki dan perempuan bergegas menuju kebun anggur. Kenapa kau tak beranjak dan berjalan bersama mereka?

Bangkitlah, hatiku, bangkit dan berjalan bersama fajar, karena malam telah berlalu. Ketakutan malam lenyap bersama mimpi gelapnya.

Bangkitlah, hatiku, dan lantangkan suaramu dalam nyanyian, karena hanya anak-anak kegelapan yang gagal menyatu ke dalam nyanyian sang fajar.

( cuplikan dari karya Khalil Gibran )