Rabu, 02 November 2016

Nasrudin dan si Pencuri

Nasrudin terbangun dengan kaget mendengar pintu rumah di gedor-gedor dengan kasar.
Dan ..blak..suara pintu terbuka sekaligus..kenceeng sekali. Nasrudin ketakutan. Itu pasti pencuri.  Ia mencari-cari tempat bersembunyi….a ha..ada sebuah kotak. Nasrudin masuk kedalam kotak besar di sudut ruangan.
Si pencuri mengobrak-abrik barang-barang yang ada di dalam rumah Nasrudin. Pencuri itu mencari emas dan uang. Tapi ia tak menemukan apapun. Pencuri itu hampir menyerah, tapi..ia melihat sebuah kotak besar di sudut ruangan. “ mungkin disini tersimpan emas dan uang..” pikir si pencuri.
Pencuri langsung membuka kotak itu dan ia kaget, ternyata isinya Nasrudin, si pemilik rumah.
“ Apa yang kamu lakukan disini?” si pencuri bertanya dengan kesal.
“Aku bersembunyi darimu,” jawab Nasrudin.
“Kenapa?”
“Aku malu..karena aku tak punya apapun yang bisa kuberikan padamu.”

“ Sahabatku yang papa..Jika engkau mengetahui bahwa kemiskinan membuatmu sengsara itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang keadilan dan pengertian tentang kehidupan, maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu…” – Khalil Gibran




Teori Relativitas Nasrudin

Suatu sore Nasrudin pulang dari pekerjaannya. Sang isteri menyambutnya dengan senyum sumringah dan berkata “ Aku punya sepotong keju untukmu !”
“ Alhamdulillah…keju sangat baik untuk kesehatan pencernaan.” Ia pun melahap sepotong keju dari piring yang disodorkan isterinya.

Keesokan harinya, Nasrudin pulang dari pekerjaannya dan langsung bertanya pada isterinya, “ Ada sepotong keju lagi untukku? “. Istrinya menjawab, “ tidak ada..”
“ Tidak apa-apa…lagipula keju tidak baik untuk kesehatan gigi. “
Istrinya bingung mendengar perkataan Nasrudin, dan ia pun bertanya, “ Saya bingung…mana yang benar..keju baik untuk kesehatan atau tidak baik?”

“ Tergantung…ada atau tidak adanya keju untukku!”


" Jika si bebal mengatakan bahwa jiwa akan lenyap seperti raga, jawabnya bahwa kembang pun akan sirna, sekalipun benih tetap ada. Itulah dalil ciptaan Tuhan." - Khalil Gibran

Rabu, 21 September 2016

Nasrudin, si banyak akal

" Inspirasi akan selalu bernyanyi, karena inspirasi tidak pernah menjelaskan." - Khalil Gibran

Suatu hari Nasrudin dan beberapa temannya diundang ke sebuah acara di kampung sebelah. Karena dia tidak memiliki kuda, dia diberi pinjam seekor kuda oleh salah satu temannya. Tapi kuda itu berjalan lambat sekali.

Di tengah perjalanan pulang ke kampungnya hujan turun deras sekali. Teman-temannya memacu kudanya agar berlari lebih cepat, supaya cepat sampai ke rumah masing-masing.

Lain halnya dengan Nasrudin yang menunggangi kuda yang berjalan lambat, ia berhenti sebentar untuk berteduh dan kemudian melipat pakaiannya yang kemudian dimasukan kedalam tas. Setelah hujan sedikit reda, ia meneruskan perjalanannya kembali. Ketika Nasrudin hampir sampai di kampungnya hujan berhenti. Nasrudin memakai bajunya kembali.

Teman-teman Nasrudin heran, dan salah satu temannya yang meminjaminya kuda bertanya," Kok bisa, bajumu tetap kering? Sementara kami basah kuyup kehujanan."
Nasrudin pun menjawab sekenanya, "Ini berkat kuda yang kutunggangi ini." Sembari menepuk-nepuk badan kuda.

Keesokan harinya sang teman pergi ke suatu tempat untuk suatu urusan.Ia menunggangi kuda yangberjalan lambat yang telah dipinjamkan pada Nasrudin kemarin. Di tengah perjalanan hujan turun lagi.

Sang teman tiba dikampungnya dengan basah kuyup dan marah-marah karena ia pikir Nasrudin telah membohonginya.

Nasrudin menjawab, " Itu karena kamu yang fokus pada kecepatan kuda, bukan kepada bagaimana mengatasi situasi hujan."

" Akal dan belajar itu seperti jiwa dan raga. Tanpa raga, jiwa adalah udara hampa. Tanpa jiwa, raga adalah kerangka tanpa makna." - Khalil Gibran

Nasrudin dan keinginan manusia



Suatu hari Nasrudin bertemu dengan Hakim Kota yang terkenal pandai dan bijaksana. Kemudian mereka terlibat pembicaraan dan perdebatan yang seru. Pada masa itu para cendekiawan sering berpikir hanya dari satu sisi saja, begitu juga dengan Bapak Hakim tersebut.


Setelah berbincang berbagai hal, akhirnya Hakim Kota itu bertanya pada Nasrudin, “Seandainya Anda diminta untuk memilih antara kekayaan dan kebijaksanaan, mana yang akan Anda pilih?”
“Tentu, saya memilih kekayaan.” jawab Nasrudin.
Hakim spontan membalas , “Anda adalah cendekiawan yang terkenal bijak. Tapi Anda lebih memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”
Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”

 “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.” tandas Sang Hakim Kota.
 “Kodrat manusia......memilih untuk memperoleh apa yang tidak dimilikinya." Nasrudin berucap.

" Di dalam hasrat manusia, ada kekuatan kerinduan yang mengubah kabut dalam diri  menjadi matahari."  - Khalil Gibran

Kamis, 14 Juli 2016

Itik buruk rupa dan Angsa yang cantik

"Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan dirimu mengetahui dirimu, dan yang satu lagi membayangkan bahwa orang lain mengetahui dirimu" - Khalil Gibran

Keenam telur itik itu menetas hampir bersamaan. Tinggallah satu butir telur yang lebih besar belum menetas. Sang induk itik sabar menunggu telur yang ketujuh menetas.
Akhirnya telur itik yang ketujuh itu menetas. Tapi yang satu ini berbeda dengan keenam anak itik yang berbulu kuning. Anak itik ini berbulu warna kelabu.

Induk itik memboyong ketujuh anak-anaknya untuk berjalan mencari makan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seekor ayam.
“ Apa khabar, ibu itik? Anak-anakmu sudah menetas ya. .”
Ayam itupun menengok ke arah anak itik yang berbulu kelabu, dan berkata : “ Tapi kenapa yang satu ini jelek sekali, bulunya kelabu ?”

Rombongan ibu itik dan anak-anaknya pun terus berjalan. Selama perjalanan mereka bertemu dengan hewan-hewan lain yang mengejek dan mengolok-olok anak itik yang berbulu kelabu.

Waktu berlalu. Anak itik berbulu kelabu tumbuh lebih besar tubuhnya dari anak-anak itik yang lainnya. Tapi itik itu selalu merasa tidak percaya diri karena sering diejek dan diolok-olok. Dan ia percaya kalau dirinya memang buruk rupa.

Suatu hari anak itik berbulu kelabu itu pergi meninggalkan keluarganya karena malu dengan keadaannya yang berbeda dengan saudara-saudaranya.

Setiap bertemu dengan hewan lain ia selalu bertanya, :
“ Apakah anda pernah bertemu dengan itik yang berbulu kelabu seperti diriku ?”
Tapi setiap hewan yang ia tanya selalu menjawab “ tidak pernah.”

Anak itik kelabu itu terus berjalan dengan hati yang galau karena ia pikir dirinya adalah mahluk hidup terjelek di dunia.

Suatu hari ketika ia sedang tertidur pulas karena kelelahan berjalan, seorang nenek menangkapnya dan membawanya pulang. Nenek itu merasa kasihan melihat itik remaja yang tampak kurus dan letih itu. Nenek lalu memberi makan. Kemudian memasukkannya ke kandang ayam untuk beristirahat.

Setiap hari nenek itu mengambil telur-telur ayam dari kandang. Ia melihat itik itu belum bertelur juga dan berkata, “ kamu tidak bisa bertelur, tak apa-apa....makanlah yang banyak supaya gemuk.”
Itik itu bertanya kepada ayam-ayam, “ mengapa aku tidak bisa bertelur?”
“ Kamu itik jantan, gak mungkin bertelur. Nenek ingin kamu gemuk karena kan dipotong dan dimasak jadi gulai.” Kata seekor ayam.

Itik kelabu itu ketakutan dan berniat kabur. Ia melakukan berbagai cara agar bisa kabur. Ia mengendap-endap pergi pada suatu malam ketika ayam-ayam dan si nenek sudah tidur. Itik itu lari sejauh mungkin.

Tiba-tiba cuaca menjadi sangat dingin. Itik diam di tepi kolam dan menggigil kedinginan, ketika seorang petani menemukannya. Petani itupun membawanya pulang. Itik yang sudah tak punya tenaga untuk melawan hanya bisa diam pasrah. Ia berpikir, tamatlah sudah hidupnya, petani itu pasti akan memotong dan memasaknya menjadi gulai.

Tapi itik itu salah sangka dengan niat baik Pak Petani. Pak Petani merasa iba padanya dan membawanya untuk merawatnya. Pak Petani itu memberinya makan-makanan sehat bergizi dan memberinya tempat tinggal. Setelah beberapa waktu itik itu kembali sehat dan merasa kuat untuk melakukan perjalanan. Itik berbulu kelabu itu pergi, hingga akhirnya tiba di sebuah danau. Ia pun berenang. Sekumpulan angsa menghampirinya dan menyapanya. Seekor angsa bertanya padanya,
“ Hai.. darimana asalmu. Kamu pasti bukan berasal dari sini ? Aku gak pernah melihatmu sebelumnya? “

Itik yang minder itu hanya menunduk karena takut dicemooh lagi. Tapi saat ia melihat kedalam air, ia terkejut melihat pantulan bayangan dirinya di air. Ia melihat bayangan seekor angsa yang cantik.

Itik berbulu kelabu tidak pernah menyadari kelebihannya. Ia selalu merasa minder dan percaya pada apa yang dikatakan oleh hewan-hewan lain yang iri hati dan ingin merendahkannya. Ia tidak menyadari kalau dirinya adalah seekor angsa yang cantik, berbeda dengan itik-itik lain dan juga saudara-saudaranya. Ia fokus pada apa yang dikatakan hewan-hewan lain padanya.

" Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya." - Khalil Gibran


Rabu, 13 Juli 2016

Mumtaz Mahal, permata istana Mughal


“ Cinta memiliki jemari yang sehalus sutera, yang kuku-kukunya runcing meremas jantung dan membuat manusia menderita karena duka. Dan cinta adalah sekumpulan duka yang terangkum dalam pujian do’a, membungbung ke angkasa bersama harum aroma dupa.” – Khalil Gibran

Arjumand Banu Begam, wanita cantik keturunan bangsawan Persia. Lahir bulan April tahun 1593 di kota Agra. Pada usia empat belas tahun ia diperkenalkan kepada Pangeran Khurram, pewaris kerajaan besar Islam Mughal, yang masih berusia lima belas tahun. Pangeran Khurram jatuh cinta pada pandangan pertama. Lima tahun kemudian Pangeran Khurram (yang kemudian dikenal dengan nama Syah Jahan) menikahi Arjumand Banu Begam sebagai isteri ketiganya. Setelah menikah Arjumand diberi gelar atau dijuluki Mumtaz Mahal, yang berarti permata istana.

Mumtaz Mahal adalah isteri kesayangan dan satu-satunya cinta sejati Pangeran Khurram (Syah Jahan).  Mumtaz Mahal adalah isteri ketiga, tapi hanya dengannya Syah Jahan mengalami pernikahan yang dalam, intim dan penuh kasih sayang. Pernikahan dengan isteri pertama, Akbar Abadi Mahal, dan isteri kedua, Kandahari Mahal, hanyalah bersifat status semata dan kepentingan politik kerajaan. Tak ada hubungan cinta kasih dan keintiman antara Syah Jahan dengan isteri pertama dan isteri keduanya tersebut.

“ Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di balik kepahitan yang penuh misteri. “ – khalil Gibran

Mumtaz Mahal sering mendampingi Syah Jahan dalam perang dan berbagai acara kerajaan. Meskipun pengaruh politik yang dimiliki Mumtaz sangatlah minim, tapi ia mampu mempengaruhi suaminya dalam beberapa kebijakan. Mumtaz diberi tanggung jawab untuk memegang stempel kerajaan.Wanita cantik ini dikenal oleh rakyatnya dengan kebaikan hatinya. Ia menggunakan tunjangan yang diperolehnya dari kerajaan untuk membantu fakir miskin.

Tahun 1630 Mumtaz Mahal mendampingi suaminya dalam pertempuran di Deccan Plateau. Dan ini adalah perjalanannya yang terkahir mendampingi suaminya dalam perang. Ia meninggal tanggal 17 Juni 1631 dalam tenda perkemahan, sesaat setelah melahirkan anak yang ke-14.


Syah Jahan sangat terpukul. Untuk mengenang isteri tercintanya ia membangun Taj Mahal.  Didalam bangunan indah nan megah tersebut terdapat makam Mumtaz Mahal.

Sabtu, 09 Juli 2016

Taj Mahal, monumen cinta abadi

" Cintaku padamu, wahai kekasih, akan tetap ada hingga akhir hidupku, dan setelah mati Tangan Tuhan akan mempersatukan kita kembali".

  
Taj Mahal adalah sebuah monumen cinta abadi yang terletak di kota Agra, India. Bangunan megah dan mewah ini dibangun atas perintah Sultan Syah Jahan pada masa keemasan kerajaan Islam Moghul. Pembangunannya memakan waktu selama 22 tahun dari tahun 1631 sampai tahun 1653. Taj Mahal dipersembahkan untuk isteri tercintanya Arjumand Banu Begum, atau dikenal dengan panggilan Mumtaz Mahal, yang berarti permata istana. Mumtaz Mahal adalah satu-satunya cinta Sejati Syah Jahan. Mumtaz Mahal meninggal dunia pada saat melahirkan anak yang ke 14 pada tahun 1631.

Arsitektur bangunan mengikuti arsitektur Mughal ( perpaduan gaya Persia, Islam dan India ). Keseluruhan bangunan Taj Mahal dihiasi oleh berbagai macam batu permata yang didatangkan dari berbagai negara. Bangunan utama Taj Mahal terbuat dari batu pualam putih yang didatangkan dari Makrana. Dinding bangunan dihiasi kaligrafi 99 Asmaul Husna. Jumlah pekerja terdiri dari 20.000 orang dan mengerahkan 1000 ekor gajah sebagai alat transportasi. Di dalam bangunan tersebut terdapat makam Mumtaz Mahal. Sang arsitek bernama Ustad Ahmad Lahauri.

Pada tahun 1983 Taj Mahal masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.

Taj Mahal tampak lebih indah dan lebih kemilau pada malam hari pada saat bulan purnama, dua hari sebelum dan sesudah bulan purnama. Tiap hari Jumat dan bulan Ramadhan, Taj Mahal ditutup.

Rabu, 15 Juni 2016

Lelaki yang mengetuk pintu

Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Lalu kubuka pintu
" Hai !" sapaku
Lelaki itu yang mengetuk pintu

Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Lalu kubuka pintu
" Hai!" sapanya
Lelaki itu lagi yang mengetuk pintu

Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Mungkin lelaki itu mencoba mengetuk pintu hatiku

Dan tiba-tiba kulihat sekuntum kembang di taman itu

Pelajaran kecil dari kehidupan

" Laki-laki yang tidak memaafkan kesalahan kecil seorang wanita tidak akan menikmati keindahan besarnya." - Khalil Gibran

Beberapa pelajaran yang kupetik dari peristiwa kehidupan sehari-hari :
1. Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang menyayangi kita, karena besok dia belum tentu ada disamping kita.
2. Jangan terlambat untuk membuktikan rasa sayang, karena hari esok belum tentu ada untuk kita.
3. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, dan kita tak akan pernah tahu akan bertemu dengan siapa. Hari esok adalah misteri.
4. Percayalah, jodoh itu datang mengetuk pintu, tanpa ditunggu dan tanpa diundang.

" Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita coba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu." - Khalil Gibran


Senin, 06 Juni 2016

Misteri Hidup

Wahai Dewi Cinta, tepatkah kau menembakkan panah asmara ?

Begitu cepat fajar tiba melenyapkan kegelapan malam dan membawa pergi mimpi-mimpi kelam. Begitu cepat air mata ini mengering, tanpa kuduga. Baru saja, aku terisak di kesunyian malam, terluka karena kepergian dirinya. Dan kupikir kabut gelap akan terus menyelimuti hatiku. Tapi, secercah cahaya itu datang tanpa kuundang. Dewata tak rela aku berduka. Terpaksa aku harus tersenyum bahagia. Inilah misteri hidup.  Aku tak mengerti!

" Lalu kucabut pohon jiwaku yang kukuh dan tua.
Kucabut akarnya dari tanah liat yang di dalamnya dia telah bertunas dan tumbuh dengan subur. 

Kucabut akar dari masa lampaunya, menanggalkan kenangan seribu musim bunga dan seribu musim gugur.
Dan kutanam sekali lagi pohon jiwaku di tempat lain.
Kutanam dia di padang yang tempatnya jauh dari jalan-jalan waktu.
 Kulewatkan malam dengan terjaga di sisinya, sambil berkata :
Mengamati bersama malam yang membawa kita mendekati kerlipan bintang! "
( Khalil Gibran)

Jumat, 03 Juni 2016

Tenanglah, hatiku !

Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba.

Tenanglah, meskipun prahara yang mengamuk mencerca bisikan-bisikan batinmu, dan gua-gua lembah takkan menggemakan bunyi suaramu.

Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba. Karea dia yang menantikan dengan sabar hingga fajar, pagi hari akan memeluknya dengan semangat.

Nun, di sana ! Fajar merekah, hatiku. Bicaralah, jika kau mampu bicara!
Itulah arak-arakan sang fajar, hatiku! Akankah hening malam melumpuhkan kedalaman hatimu yang menyanyi menyambut fajar?

Lihatlah kawanan merpati dan burung murai melayang di atas lembah. Akankah kengerian malam menghalangi engkau untuk menduduki sayap bersama mereka?

Para pengembala memandu kawanan dombanya dari tempat ternak dan kandang.
Akankah roh-roh malam menghalangimu untuk mengikuti mereka ke padang rumput hijau?


Anak lelaki dan perempuan bergegas menuju kebun anggur. Kenapa kau tak beranjak dan berjalan bersama mereka?

Bangkitlah, hatiku, bangkit dan berjalan bersama fajar, karena malam telah berlalu. Ketakutan malam lenyap bersama mimpi gelapnya.

Bangkitlah, hatiku, dan lantangkan suaramu dalam nyanyian, karena hanya anak-anak kegelapan yang gagal menyatu ke dalam nyanyian sang fajar.

( cuplikan dari karya Khalil Gibran )

Pepaya, snack segar di siang yang panas

ambil pepaya yang sudah didinginkan di kulkas, lalupotong kecil-kecil
taburi potongan pepaya dengan jeruk nipis

Masukan es batu ke dalam gelas, lalu masukan perasan jeruk nipis,
tuangkan sekaleng greendsand/sprite.

snack siap dinikmati

Pada musim panas jiwaku menyandang buah. Tatkala musim gugur tiba, kukumpulkan buah-buahnya yang matang di talam emas dan kuletakkan di tengah jalan. Orang-orang melintas, satu demi satu atau dalam kelompok-kelompok, tapi tak satu pun mengulurkan tangannya untuk mengambil bahagiannya.

Lalu kuambil sebuah dan memakannya, merasakan manisnya bagai madu pilihan, lazat seperti musim bunga dari syurga, sangat menyenangkan laksana anggur Babylon , wangi bak wangi-wangian dari melati. (Khalil Gibran)




Rahwana, sang pecinta sejati

Aku lebih memilih Rahwana, sang pecinta sejati.

Rahwana berjuang untuk merebut diri Sinta dan berusaha terus untuk mendapatkan cinta Sinta. Setiap hari Rahwana merayu Sinta. Dengan kata-kata yang lembut ia mengatakan cinta. Ia tak pernah memaksa Sinta untuk memenuhi hasratnya, karena ia hanya menginginkan cinta Sinta. Ia sabar menunggu hingga Sinta berbalik mencintainya. 

Sedangkan Rama, tak pernah menjemput Sinta, ia hanya menyuruh temannya, Hanoman, untuk menyerahkan cincin kepada Sinta. Ia tak pernah datang sendiri untuk menjemput Sinta. Ia berperang melawan Rahwana demi egonya. Bahkan, ia tega menyuruh Sinta untuk masuk ke dalam api, untuk membuktikan kesuciannya. Lalu mengusir Sinta yang hamil tua ke hutan belantara, sampai akhirnya Sinta meninggal dunia disana. 

Sebelum menghebuskan nafas terakhir Sinta melahirkan dua orang anak lelaki kembar. Rahwana yang menyelamatkan dan merawat anak-anak Sinta. Saat itu Rahwana telah menjadi pertapa di hutan. Rahwanalah yang selalu melindungi Sinta, selama hidup dan sesudah kematiannya.

Rahwana memang pecinta sejati.

Dan seperti yang Khalil Gibran katakan :

"Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang,
jangan lepaskan dia..
jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu
benar-benar mencintai
melainkan......berjuanglah demi cintamu
Itulah cinta sejati
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada
berjalan bersama orang ‘yang tersedia’
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada
orang yang berada di sekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat
karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang
hanya dengan ‘seseorang’ " 

Senin, 30 Mei 2016

Rahwana dan Sinta, the other love story

Where do I begin
To tell the story of how great a love can be
The sweet love story that is older than the sea
The simple truth about the love she brings to me
Where do I start

With her first hello
She gave the meaning to this empty world of mine
There'd never be another love, another time
She came into my life and made the living fine
She fills my heart

She fills my heart with very special things
With angels' songs , with wild imaginings
She fills my soul with so much love
That anywhere I go I'm never lonely
With her around, who could be lonely
I reach for her hand...it's always there

How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I'll need her till the stars all burn away
And she'll be there

How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I'll need her till the stars all burn away
And she'll be there

Penuh penghayatan sang tuan rumah, Rahwana, mendendangkan lagu yang berjudul "Love Story" yang dipopulerkan oleh Andy William. Suaranya yang merdu dan kepiawaiannya memainkan piano membuat para tamu undangan terpukau.

Rahwana seorang pengusaha yang sukses memimpin sebuah kerajaan bisnis. Memang ia lahir dari keluarga konglomerat, tapi ia sukses karena hasil usahanya sendiri. Namun entah kenapa hingga usianya yang menginjak usia 40 tahun ia masih melajang. Banyak gadis yang mendekati, tapi tak ada yang berkenan di hatinya. Gak ada chemistry, katanya. Terkadang tampak kekosongan dan kesepian di matanya.

" Sinta, aku jatuh cinta padamu. Aku ingin memilikimu." 

Sinta tertegun. Penuh rasa heran dan ingin tahu mengapa Rahwana, yang baru dikenalnya beberapa kali saja, mengundangnya ke sebuah acara pesta yang bertempat di pulau pribadi milik Rahwana. Hanya teman-teman dekat Rahwana yang diundang.

Setelah mendatangi dan menyapa sebentar para tamu sebagai basa basi Rahwana mendatang meja Sinta yang sendirian. Sinta duduk sendiri karena di antara para undangan tak ada yang dia kenal. Mereka berdua akhirnya ngobrol kesana kemari sampai akhirnya Rahwana tahu tentang hubungan Rama dan SInta yang lagi renggang.

Rahwana sepertinya tidak mau beranjak dari sisi Sinta. Gak ada yang berani mengganggu keasikan Rahwana bersama Sinta.

Beberapa bulan kemudian, entah bagaimana awalnya, SInta telah tinggal di rumah mewah Rahwana. Rahwana selalu memanjakannya. Sinta bahagia bersama Rahwana. Sinta telah jatuh cinta pada Rahwana, bukan karena harta dan gemilang kemewahan yang diberikan oleh Rahwana, tapi karena ketulusan cinta Rahwana, sang pecinta sejati. 

Sinta telah melupakan Rama.

"Apakah ini hanya perasaanku sesaat
Atau karena pikiran ini telah penat
Rasa sayang ini telah ada
Pada saat yang tidak pernah kuminta
Tapi hati ini terus membara
Menanti cinta yang tak pernah ada
Wahai dewi cinta
Tepatkah kau menembakan panah asmara
Membuat hati terluka"

(Khalil Gibran)

Sabtu, 28 Mei 2016

Love Story

( sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Andy Williams di era 70an)

Where do I begin
To tell the story of how great a love can be
The sweet love story that is older than the sea
The simple truth about the love he brings to me
Where do I start

With his first hello

He gave the meaning to this empty world of mine
There'd never be another love, another time
He came into my life and made the living fine
He fills my heart

He fills my heart with very special things

With angels' songs , with wild imaginings
He fills my soul with so much love
That anywhere I go I'm never lonely
With him around, who could be lonely
I reach for his hand...it's always there

How long does it last

Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I'll need him till the stars all burn away
And he'll be there

Sabtu, 14 Mei 2016

Aurora, The Sleeping Beauty

Seorang lelaki tampan dengan wajah berbinar dengan bahagia berkata, “Cinta adalah pengetahuan surgawi yang menyalakan mata kita dan menunjukkan kita segala sesuatu seperti para dewa melihatnya." - Khalil Gibran

Alkisah tentang seorang gadis cantik yang tertidur selama seratus tahun, hingga suatu hari seorang pemuda tampan datang dan mencintainya dengan tulus. Ia menciumya, akhirnya gadis itu terbangun dari tidur panjangnya.

Di sebuah negeri yang damai, Raja Stevan dan permaisuri sangat mendambakan seorang anak. Para tabib dan dokter sudah didatangkan ke istana. Namun bertahun-tahun permaisuri tak kunjung hamil. Raja sedih karena belum mendapatkan pewaris takhta. Ratu sedih karena belum bisa membahagiakan Raja.

Dan suatu hari, permaisuri mual mual dan muntah. Dokter pun didatangkan ke istana. Berita bahagia datang dari dokter istana. Permaisuri hamil. Raja sangat bersuka cita.

Sembilan bulan kemudian seorang bayi cantik lahir. Puteri kerajaan telah datang. Ia diberkahi dengan kecantikan yang luar biasa dan suara yang sangat merdu. Puteri cantik itu diberi nama Aurora.

Pesta kerajaan digelar untuk menyambut kelahiran Puteri Aurora, sekaligus pertunangannya dengan Pangeran Phillip dari negara tetangga yang baru berusia sekitar lima tahun. Puteri Aurora sudah bertunangan sejak bayi.

Namun kebahagian Raja dan Permaisuri tidak lengkap. Ada kesedihan yang tak bisa dihilangkan karena wanita penyihir jahat yang dendam kesumat mengutuk Sang Puteri, pada usia 16 ia akan meninggal karena tertusuk jarum pemintal. Raja pun memberi perintah ke seluruh negeri untuk menyerahkan alat pemintal dan alat jahit kepada yang memiliki dan tidak boleh mempergunakan lagi.

Untuk melindumgi Puteri Aurora dari kejahatan penyihir, Raja meminta kepada tiga orang wanita desa yang bernama Flora, Fauna dan Merryweather untuk merawat puterinya. Dengan berat hati dan diiringi tangisan permaisuri, Raja merelakan Puteri Aurora dibawa keluar istana oleh ketiga wanita tersebut. Aurora tinggal bersama tiga wanita yang menyayangi dan merawatnya di sebuah pondok mungil namun asri di tengah hutan. Aurora disembunyikan, dengan disamarkan sebagai rakyat biasa, dan diganti nama menjadi Briar Rose.

Enam belas tahun berlalu, Rose tumbuh menjadi seorang gadis jelita. Ia senang bernyanyi sambil memetik buah berry.

".....Aku kenal kamu....didalam mimpi. Kita berjalan merdua...didalam cinta...." terdengar nyanyian yang begitu merdu.

Seorang Pangeran muda berkuda lewat dan mendengar nyanyian merdu itu. Ia penasaran. Siapa yang bernyanyi di tengah hutan. Alangkah indah nyanyiannya. Alangkah merdu suaranya.

" Merdu sekali suaramu. Saya Phillip...." Pemuda tampan itu membuka percakapan.

Phillip jatuh cinta pada gadis itu. Ia kembali ke hutan berharap bertemu gadis cantik itu lagi. Tapi harapannya sia-sia. Ia pun kembali ke istana dengan hati yang hampa.

Rose dibawa ke istana oleh para ibu angkatnya pada hari ulang tahunnya atas permintaan Raja Stevan. Raja dan Permaisuri sangat bahagia melihat Rose yang tumbuh sehat dan cantik.

Namun kebahagiaan Raja dan Permaisuri tidak berlangsung lama. Rose, yang sekarang berganti nama kembali menjadi Aurora, mengalami kecelakaan, jarinya tertusuk jarum jahit. Aurora penasaran dengan sebuah ruangan di lantai bawah, tempat semua alat tenun dan mesin jahit yang enam belas tahun lalu disita oleh Raja dari seluruh penjuru negeri disimpan. Aurora dengan rasa ingin tahu mencoba sebuah alat jahit, dan tertusuklah jarinya hingga berdarah, kemudian dia pingsan.

Seluruh penghuni istana bersedih, mereka berharap hari demi hari Sang Puteri siuman. Namun harapan mereka sia-sia. Aurora tak pernah terbangun dari tidurnya.

Phillip akhirnya mengetahui bahwa gadis yang ditemuinya di hutan adalah Aurora, puteri Raja Stevan. Ia bersama ayahnya pergi menemui Raja Stevan untuk melamar gadis pujaannya. Ia kecewa karena kekasihnya tak pernah terbangun dari tidurnya.

Phillip berjanji akan terus menunggu Aurora hingga terbangun.

Tahun demi tahun berlalu, Aurora terus tertidur. Ia dijuluki Sleeping Beauty.

Phillip mulai renta dan sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia tanpa sempat mewujudkan impiannya untuk menikahi Aurora. Begitu juga dengan Raja, Permaisuri dan seluruh penghuni istana meninggal dunia satu per satu tanpa melihat Aurora terbangun.

Seorang lelaki setengah baya, tubuhnya rapuh, wajahnya gelap. Dengan mendesah, dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah. Aku mewarisinya dari manusia pertama.” - Khalil Gibran

Seratus tahun telah berlalu, Raja dan seluruh penghuni istana telah berganti. Sleeping beauty tetap tertidur di sebuah kamar di istana.

Suatu hari seorang pemuda datang ke istana, ia penasaran dengan cerita tentang Sleeping Beauty. Pemuda berusaha mencuri kesempatan untuk melihatnya. Ia terpesona dengan kecantikan Sleeping Beauty, dan ia jatuh cinta. Setiap hari ia datang menegok dan berdo'a agar suatu hari Sleeping Beauty terbangun dari tidurnya. Pemuda itu tulus berdo'a tanpa putus asa. Ia mencintai Sleeping Beauty yang terus tertidur dengan hati yang tulus.

Suatu hari, dengan perasaan yang penuh kasih sayang, pemuda itu mencium kening Sleeping Beauty. Ajaib, mata Sleeping Beauty terbuka perlahan. Sleeping Beauty terbangun.

Akhirnya Sleeping Beauty melanjutkan kehidupannya yang tertunda selama seratus tahun. Ia bahagia karena ada seseorang yang mencintainya dengan tulus, yang menerima dirinya apa adanya. Kadang cinta datang tak terduga dan tak mengenal usia.

Cinta yang tulus mencairkan hati yang membeku dan membangunkan jiwa yang tertidur.

Jumat, 13 Mei 2016

Aku bukan Cinderella

“Baru kemarin aku pikir diriku sebuah fragmen bergetar tanpa irama dalam ruang kehidupan. Kini kutahu bahwa akulah ruang, dan semua kehidupan adalah fragmen-fragmen yang bergerak dalam diriku” - Khalil Gibran

Waktu masih anak-anak aku sangat menyukai cerita dongeng Cinderella. Aku ingin seperti cinderella yang akhirnya bertemu Pangeran Tampan yang membawanya ke istana, setelah berjuang melawan kekejaman kehidupan. Akhirnya bahagia dalam bahtera mengarungi lautan bersama sang kekasih. Tapi, ternyata aku bukan Cinderella.

Dan aku tidak menyukai kisah Sleeping Beauty, yang tertidur bertahun-tahun sebelum akhirnya ia bertemu dengan Pangeran tampan yang membangunkannya. Tapi, mungkin aku si Sleeping Beauty, yang hatinya tertidur bertahun-tahun menunggu Pangeran Impian membangunkanku.

Aku juga tak ingin menjadi Sinta, yang diperebutkan oleh dua pria, dan berakhir tragis karena pengusiran sang kekasih Rama ke hutan belantara hingga akhir hayatnya.

Kenapa kehidupan tidak bisa seperti yang kita inginkan?


“Kita hanyalah makhluk hidup, partikel-partikel debu yang beterbangan berputar-putar di dalam kehampaan abadi dan tak terhingga. Diri kita hanya untuk menyerah dan patuh. Jika kita mencintai, cinta kita juga tidak berasal dari kita, juga bukan kepunyaan kita. Sekiranya kita bahagia, kebahagiaan kita tidaklah dalam diri kita, tapi dalam kehidupan itu sendiri” - Khalil Gibran

Rama, Sinta, Rahwana dan ironi cinta

Rahwana :
" Aku mencintaimu, Sinta. Memang aku telah menculikmu dari Rama, tapi itu aku lakukan karena aku jatuh cinta padamu, aku ingin memilikimu. Aku membawamu ke rumahku untuk menjagamu. Aku selalu melindungimu, memastikan kamu selalu baik-baik saja. Aku penuhi segala kebutuhanmu. Aku belikan kamu baju-baju mahal dan perhiasan mewah. Semuanya aku lakukan karena aku sangat mencintaimu. Memang, uang, harta dan kemewahan tidak bisa membeli cinta. Tapi aku ingin memilikimu, memanjakanmu. Apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi, asal jangan minta aku untuk melepaskanmu. Bisa melihatmu setiap hari membuatku bahagia. Cukup melihat senyummu saja, aku sangat bahagia.  Sinta, hiduplah bersamaku."

Sinta hanya diam.

Rahwana, lelaki gagah perkasa, disegani dan kaya raya, bertekuk lutut di hadapan Sinta. Tak berdaya. Rahwana mencintai Sinta dengan tulus. Banyak wanita-wanita cantik merayu Rahwana. Tapi cinta Rahwana hanya untuk Sinta.

"Siapa di antara kamu yang tidak merasakan bahwa kekuatan untuk mencintai adalah tanpa batas? dan sebagaimana halnya waktu, cinta tak terbagi dan tak mengenal ruang." - Khalil Gibran


Rama :
" Duabelas tahun kau tinggal di istana megah Rahwana. Kau tidur di ranjangnya. Benih siapa yang ada dalam kandunganmu, Sinta? "

Sinta hanya diam.

Rama, lelaki rupawan yang sangat dicintai Sinta. Kini Rama meragukan kesetiaan Sinta.


Sinta termenung.
" Rahwana memenjarakanku di penjara megah cintanya. Dia selalu memanjakanku. Setiap hari selalu berusaha untuk membahagiakanku. Tapi Rama, lelaki yang sangat aku cintai, mengusirku dalam keadaan hamil mengandung benihnya. Benarkah, Rama mencintaiku?"

Masihkan Sinta menolak cinta Rahwana? Masihkah Sinta mendamba cinta Rama?

" Neraka bukan dirasakan dalam siksaan. Neraka dirasakan didalam hati yang hampa." - Khalil Gibran

Selasa, 12 April 2016

Rizal Fadillah, bocah yang inspiratif


"Saya bercita-cita ingin jadi pengusaha. Mau ngalahin pemilik McDonald."
Rizal Fadillah, bocah SD yang berusia 11 tahun itu berucap.

pic. courtesy of merdeka.com

Di saat teman-teman sebayanya asik bermain perang-perangan, dia sibuk bergulat dengan bisnisnya. Rizal menjual aneka ragam snack seperti roti nugget, pisang coklat, dll. Omzet yang dihasilkan sekitar 3 juta sampai dengan 6 juta rupiah sebulannya. Ia melakukannya atas keinginan sendiri. Anak yang cerdas!

"Saya jualan memang hobby. Juga untuk bantu bapak dan ibu."

Bocah yang sangat menginspirasi.

"Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita." - khalil Gibran

ANAKMU bukan anakmu !

Sabtu, 09 April 2016

Kata Mutiara II

Hidup mungkin tak sesuai dengan rencanamu. Namun selama itu sesuai dengan renana Tuhan, sebenarnya hidupmu sudah terencana dengan baik. - Merry Riana

Jangan memilah-milah dunia kedalam hitam dan putih, karena ada banyak yang tersembunyi didalam keabu-abuan. - Anonim

Jika kamu tidak bergerak untuk mulai membangun mimpimu, seseorang akan mempekerjakanmu untuk membangun mimpi mereka. - Tony Gasking

Kita harus membiarkan kehidupan yang kita rencanakan hilang, karena kita harus menerima kehidupan yang telah menunggu kita. - Joseph Campbell.

Ketika kita berada dalam kegelapan, kita harus fokus untuk melihat cahaya. - Aristotle Onassis

Jika kesempatan tidak datang mengetuk pintu, bangunlah sebuah pintu. - Milton Berle

Saya tidak dapat mengatur arah angin, tapi saya dapat mengarahkan perahu layarku ke tujuan. - Jimmy Dean

Kesempurnaan adalah hal yang tidak dapat dicapai, tetapi jika kita mengejar kesempurnaan kita dapat mencapai yang terbaik. - Vince Lombardi

Pertama, lakukan hal penting, kemudian lakukan yang mungkin, tiba-tiba kamu dapat melakukan hal-hal yang tidak mungkin. - Francis of Asgisi

Persiapan terbaik untuk masa depan adalah melakukan yang terbaik hari ini. -
H Jackson Brown Jr

Kemarahanmu tidak akan memperbaiki hidupmu. Senyumlah dan lakukan yang terbaik ! - Mario teguh

Senyuman adalah obat gratis yang mampu membuat awet muda dan menambah kecantikan/ketampanan secara instan. - Mario Teguh


Funny Quotes

"Ramalan cuaca untuk malam ini : gelap." - George Carlin

"Jika ini nomor telpon yang salah, kenapa Anda menjawabnya?" - James Thurber

"Keuntungan dari berbicara pada diri sendiri adalah kita tahu ada seseorang yang mendengarkan kita." - Franklin P. Jones

"Jika dua orang berbuat kesalahan, cobalah orang yang ketiga." - Lurence J. Peter

"Jika tak ingin disebut pembohong, bicaralah kebenaran." - Logan Pearsall Smith

"Saya tidak memiliki tiga ribu pasang sepatu, saya memiliki seribu enampuluh pasang." - Imelda Marcos

"Jika ini segelas kopi, bawakan saya segelas teh; tapi jika ini segelas teh, tolong bawakan saya segelas kopi." - Abraham Lincoln

"Pria sukses adalah yang menghasilkan lebih banyak uang daripada yang bisa dihabiskan oleh isterinya. Wanita sukses adalah yang bisa mendapatkan pria itu." - Lana Turner

"Seorang pria selalu memiliki dua wanita yang dicintainya; wanita dalam imajinasinya dan yang belum dilahirkan." - Khalil Gibran

Kamis, 07 April 2016

Pizza mie, teman bersantai di kala senja

PIZZA MIE

Bahan :
1 bungkus mie instan
2 butir telor
sedikit mentega

Cara membuat :
mie direbus
telor dikocok dicampur dengan bumbu mie instan
smie dimasukkan kedalam kocokan telor yang sudah dibumbui
cairkan mentega diatas wajan
goreng semua adonan membentuk pizza
bolak balikan hingga matang merata


MILKSHAKE OVALTINE

Bahan :
1 sachet susu kental manis
3 sendok makan ovaltine
air hangat
es batu

Cara membuat :
campur susu dan ovaltine, seduh dengan air hangat 1/3 gelas, aduk hingga merata
tuangkan air es dan es batu

Pizza mie siap dihidangkan bersama Milkshake Ovaltine, menemani waktu bersantai di senja hari atau malam hari sembari menonton televisi atau membaca buku/majalah.

Alangkah indah hidup ini. Walau musim bunga berhias duka.

pic. courtesy of freeimages

Puteri Salju, wanita tercantik


"Berpasangan engkau dalam mengurai kebersamaan. Karena tidak ada yang benar-benar hidup sendirian. Bahkan keindahan syurga tidak mampu menghapus kesepian Adam." - Khalil Gibran

Tersebutlah kisah tentang sebuah negeri  yang damai dengan pemandangan alam yang indah, rakyat yang sejahtera, dan dipimpin oleh seorang raja yang adil bijaksana. Sang raja memiliki seorang ratu yang cantik yang gemar merajut dan membordir.
Suatu hari di musim dingin yang bersalju, ratu membordir sehelai kain, dengan rangka kayu ebony yang ia gunakan untuk merapikan kain. Tiba-tiba jarum melukai tangannya. Ratu pun berkata pada dirinya sendiri sambil menerawang ke luar jendela memperhatikan salju yang jatuh melayang ke tanah : “  Seandainya aku memiliki seorang puteri cantik yang berkulit seputih salju, bibir semerah darah dan rambut sehitam kayu ebony…”.
Beberapa bulan kemudian ratu melahirkan bayi perempuan mungil nan cantik, kulit seputih salju, bibir semerah darah, rambut sehitam kayu ebony, seperti yang diharapkannya. Tapi malang, sang ratu meninggal dunia beberapa saat setelah melahirkan.

Bayi mungil itu diberi nama Puteri Salju. Raja berpikir, puterinya harus memiliki seorang ibu yang akan merawat dan mendidiknya.  Ia harus menikah lagi.

Raja pun mencoba menjalin hubungan dengan beberapa perempuan cantik. Salah satu perempuan sangat cantik mampu memikat hati Raja. Kemudian Raja menikahi perempuan itu dan menjadikan Sang Ratu yang baru.

Tapi, sang ratu ternyata memiliki kepribadian yang angkuh dan tidak mau terkalahkan kecantikannya oleh siapapun. Ia selalu membawa sebuah cermin ajaib kemanapun ia pergi. Setiap hari ia selalu bertanya pada cermin ajaibnya : " Siapakah yang wanita paling cantik di dunia ini ? ". Cermin itu selalu menjawab pertanyaan ratu dengan jawaban yang sama : " Anda yang paling cantik.".  Ratu sangat terobsesi Jdengan kecantikannya, ia selalu ingin menjadi yang paling cantik di seluruh jagat raya.

" Keindahan adalah menatap keabadian diri sendiri di dalam cermin." - Khalil Gibran

Belasan tahun telah berlalu, Puteri Salju telah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik luar biasa.

Suatu hari di musim semi, Ratu bertanya pada cermin ajaibnya : " Wahai cermin, siapakah wanita paling cantik di bumi ini?". Kali ini sang cermin menjawab pertanyaannya dengan jawaban yang berbeda dengan sebelumnya : " Puteri Salju.".

Mendengar jawaban cermin ajaib kali ini ia sangat marah dan sangat benci pada Puteri Salju. Ia memikirkan hal jahat. Ia ingin membunuh Sang Puteri, agar kecantikannya tak ada yang menandinginya lagi.

Ratu menyuruh para pemburu bayaran untuk membunuh Puteri Salju. " Bawalah Puteri Salju ke hutan. Bunuhlah. Bawa hatinya sebagai bukti."

Sampailah di sebuah hutan. tapi pimpinan pemburu tak tega membunuh sang puteri. Ia menyuruh Puteri Salju untuk melarikan diri ke hutan.Ia telah berjanji pada Ratu untuk membawa hati Puteri Salju sebagai bukti, maka ia pun memburu dan membunuh seekor babi hutan dan mempersembahkan hati binatang tersebut pada Ratu cantik tapi berhati iblis.

Puteri Salju berjalan di hutan tanpa tujuan. Sampailah ia di depan sebuah rumah mungil. Ia masuk ke rumah tersebut dan tertidur karena kecapaian.


“Jauhkan aku dari manusia yang tidak mau menyatakan kebenaran kecuali jika ia berniat menyakiti hati, dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk, dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain”  - Khalil Gibran

Malam hari, para kurcaci pulang dari bekerja menggali emas. Mereka terkejut mendapati ada seorang gadis cantik jelita tengah tidur di rumah mereka. Tujuh kurcaci itu sangat penasaran siapakah gadis itu, tapi mereka tak tega untuk membangunkan gadis yang sedang lelap. Mereka menunggu dengan sabar. Keesokan harinya, Puteri Salju bangun. Para kurcaci mengelilinginya dan memberondong berbagai pertanyaan. Siapakah namamu? Darimana asalmu? Kenapa ada gadis cantik di hutan? dan banyak lagi pertanyaan para kurcaci.

Puteri Salju pun bercerita tentang dirinya, tentang ayahnya, tentang ibu tirinya yang hendak membunuhnya dan tentang negerinya yang damai dan indah.

Berbulan-bulan puteri Salju tinggal di rumah para kurcaci. Ia bahagia walau hidup dalam kesederhanaan. Ia tabah meski harus tinggal di sebuah rumah kecil di tengah hutan, dengan fasilitas terbatas, sangat jauh berbeda dengan tempat tinggalnya di istana. Ia tabah menerima takdirnya.

Ratu merasa sangat yakin kalau dirinya adalah wanita tercantik di jagat raya. Suatu hari ia bertanya lagi kepada cermin ajaibnya. " Wahai cermin ajaibku, siapakah wanita tercantik di dunia? ". Cermin itu pun menjawab : " Puteri Salju yang tercantik.". Ratu sangat berang. Pemburu bayaran itu telah menipunya, berani sekali mereka.

Ratu berusaha untuk mengetahui keberadaan Puteri Salju. Akhirnya ia mengetahui kalau Puteri Salju memang masih hidup, sehat, segar bugar dan semakin jelita. Ia pun melakukan berbagai cara untuk bisa membunuh Sang Puteri.

Ratu pergi ke hutan dengan menyamar sebagai nenek-nenek penjual pita. " Pita...pita...siapa mau beli? Pita cantik...siapa mau beli?". Puteri Salju tertarik untuk melihat pita dan ingin membelinya. Ia pun mencoba sebuah pita....tiba-tiba saja nenek penjual pita itu menjerat Puteri dengan pita. Puteri Salju pun pingsan. Para kurcaci pun datang dari tempat bekerja. Nenek penjual pita itu pergi terburu-buru.

Para kurcaci sangat terkejut dan khawatir melihat Puteri Salju yang pingsan. Mereka berusaha membangunkannya dengan berbagai cara. Akhirnya Puteri Salju siuman. Para kurcaci sangat gembira. Setelah Puteri Salju selesai makan dan minum, para kurcaci memintanya untuk menceritakan apa yang telah terjadi.

Berceritalah Puteri Salju apa yang telah terjadi di siang hari.

Keesokan harinya para kurcaci berangkat bekerja. sebelum pergi mereka menasehati Puteri supaya jangan percaya pada siapapun, jangan buka pintu untuk siapapun.

" Apel..apel...siapa yang mau beli apel ? "

Puteri mendengar suara wanita tua menawarkan apel. Ia mengintip dari balik tirai jendela. Apel merah ranum nan segar......oh nikmatnya.....Puteri gak tahan ingin segera mencicipi buah apel itu. Ia lupa nasihat para kurcaci. Ia pun membeli satu buah apel itu. Namun setelah beberapa gigitan Puteri terkulai lemas.

Para kurcaci terkejut mendapati Puteri yang sudah tidak bernafas. Mereka sangat sedih dan menangis.

Para kurcaci tak ingin menguburkan mayat Puteri Salju. Mereka tak ingin tubuh yang cantik itu hancur dimakan cacing tanah. Maka mereka membuat keranda dari kaca dan menempatkan Sang Puteri didalamnya, agar mereka bisa melihat Puteri Salju setiap hari. Mereka meletakkan keranda kaca itu di halaman rumah.

Suatu hari seorang Pangeran muda tampan lewat depan rumah kurcaci. Pemuda itu terpesona dengan kecantikan gadis didalam keranda. Ia pun memohon pada para Kurcaci supaya diijinkan untuk membawa keranda Puteri Salju ke istana. Tentu saja kurcaci-kurcaci itu keberatan, Tapi melihat ketulusan hati Sang Pangeran yang telah jatuh cinta, akhirnya mereka mengijinkan Pangeran untuk membawa Puteri Salju ke istana.

"Pandangan pertama kekasih adalah roh yang bergerak di permukaan air, mengalir menuju syurga dan bumi" - Khalil Gibran

Di istana, Pangeran menempatkan Puteri Salju di sebuah kamar, dekat dengan kamarnya. Setiap hari Pangeran muda itu menatap wajah cantik Puteri. Ia berdo'a semoga Tuhan memberikan kehidupan kembali pada Sang Puteri.

Suatu hari Pangeran mencium kening Puteri Salju. Sungguh ajaib, Puteri perlahan membuka mata. Pangeran sangat bahagia. Puteri Salju hidup kembali.

Akhirnya Puteri Salju hidup bahagia bersama Pangeran. Puteri tercantik itu telah menemukan jodohnya, seorang pangeran muda yang tampan dan baik budi.





Minggu, 20 Maret 2016

Cake Kopi, teman bersantai yang praktis dan lezat

“ Sesekali berhentilah sekedar untuk bersantai. Bukan untuk terlena, namum membangun semangat untuk perjuangan berikutnya.” - Abdullah Gymnastiar

Berikut ini sebuah resep kue praktis namun lezat, teman untuk bersantai melepas penat dan rehat sebentar melepas beban kehidupan.
pic. courtesy of freeimages.com

Resep kue diambil dari www.vemale.com
Bahan:
·         1 butir telur
·         1 butir putih telur
·         150 gram gula pasir
·         125 gram terigu protein sedang
·         1/4 sdt baking soda
·         1/4 sdt vanili
·         1 sdm margarin cair
·         1 sachet kopi instan

Cara Membuat:
1.      Mixer telur dan gula sampai mengembang dengan kecepatan tinggi.
2.      Masukkan terigu dan baking soda, aduk sebentar dengan kecepatan rendah. Matikan mixer.
3.      Masukkan vanili dan kopi instan dan aduk rata dengan spatula.
4.      Tambahkan margarin cair dan aduk rata lagi.
5.      Olesi panci rice cooker dengan sedikit minyak
6.      Tuang adonan dalam panci.
7.      Masak 3-4 kali hingga matang.
8.      Angkat dan dinginkan.
9.      Keluarkan dari panci dan potong-potong
Cake siap dihidangkan. Lebih nikmat disantap bersama minuman kopi panas atau coklat panas.

       Sang waktu datang kala aku merasa jemu terapung-apung di atas permukaan laut dan berkata, “ Aku akan kembali ke kapal kosong fikiranku menuju pelabuhan kota tempat aku dilahirkan.” – Khalil Gibran