Tampilkan postingan dengan label mutiara dari China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mutiara dari China. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juli 2017

Pepatah dari Negeri China (part 2)

Pada periode perang antar Negara di Negeri China ( sekitar 400 SM – 200 SM), Raja Zou Mu Gong kalah perang.

 “ Tiga puluh tiga pejabat kita gugur dalam perang ini, dan tidak ada seorang pun rakyat yang mengulurkan bantuan. Menyedihkan sekali !” keluhnya.

“ Ketika rakyat Anda hampir mati kelaparan selama musim paceklik, pejabat-pejabat Anda menolak untuk menolong mereka, padahal banyak sekali persediaan makanan di gudang.  Anda tidak peduli  pada rakyat kecil. Jadi, buat apa mereka peduli pada Anda dan para pejabat yang gugur itu? Orang akan memperlakukan Anda sebagaimana Anda memperlakukan mereka.”  Jawab Mensius.

Pesan moral : Seseorang akan menuai dari apa yang dilakukannya.


Sumber : Wu Yuan, Mutiara dari China 1, PT Gramedia Pustaka Umum

Senin, 17 Juli 2017

Pepatah dari Negeri China (part 1)

Pada masa pemerintahan Dinasti Han Barat di China (sekitar 206 SM – 25 M), Kaisar Han Xuan memerintahkan kepada para pejabat bawahannya untuk mencari strategi perang melawan suku Qiang dan bertanya siapa yang bersedia untuk memimpin pasukan perang.

Jendral Zhao Chongguo yang telah berusia 76 tahun menawarkan diri untuk memimpin pasukan perang dan berkata, “ Melihat sesuatu sekali lebih baik daripada mendengar beratus-ratus kali. Izinkan hamba mempelajari keadaan di lapangan sebelum mengajukan usulan.”

Setelah melakukan penyelidikan terhadap daerah dan situasi pihak musuh, ia memutuskan untuk menempatkan prajurit garnisun secara menyebar, sehingga bisa membuat prajurit Qiang terbagi-bagi menjadi pasukan-pasukan kecil saat menyerang. Rencana itu berhasil dan suku Qiang tidak berani lagi menyerang mereka.


Moral cerita : Melihat dengan mata kepala sendiri jauh lebih baik daripada mendengar dari orang lain.


Sumber : Wu Yuan, Mutiara dari Negeri China 1 , PT Gramedia Pustaka Umum