Senin, 03 Desember 2012

Archimedes, Bapak Matematika Dunia



Archimedes karya Fetti
“ Eureka ! I have found it.” Archimedes bangkit dari bak mandi dan berlari-lari telanjang. Ia telah menemukan cara menentukan volume benda yang tidak teratur dengan merendamnya dalam air. Pada saat itu ia mendapat perintah dari Raja Hieron II untuk menguji material emas bahan dasar dari mahkota raja. Kemudian ia membuktikan bahwa mahkota tersebut ternyata tidak seratus persen emas, tetapi terdiri dari campuran logam perak.

"Jangan ganggu lingkaranku!!!" Teriak Archimedes, sesaat sebelum ia terbunuh oleh pasukan Romawi. Saat itu ia tengah mengerjakan persoalan geometri dengan menggambar lingkaran-lingkaran di atas tanah. Padahal, Marcellus, Jenderal Romawi, telah memerintahkan agar Archimedes tidak dilukai apalagi dibunuh.



Archimedes  ( 287 SM – 212 SM), seorang ahli matematika terbesar sepanjang sejarah. Ia berasal dari Syracusa, Yunani.  Ia juga seorang astronom, filsuf dan fisikawan. Ia menghabiskan waktu belajarnya di kota Alexandria, Mesir. Ia berasal dari Syracusa, Yunani. Ia hidup pada masa pemerintahan Raja Hieron II. 
 
Bunyi Hukum Archimedes :
“Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhya kedalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut”

Benda akan terapung jika massa jenis benda yang dimasukkan kedalam air lebih kecil dari massa jenis zat cairnya.

Benda akan melayang jika massa jenis benda  yang dimasukan kedalam air sama dengan massa jenis zat cairnya
 
Benda akan tenggelam jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air lebih besar dari pada massa jenis zat cairnya.


Penerapan hukum Arcimedes di dunia saat ini :

Kapal Laut 
Teknologi ini berdasarkan  hukum Archimedes dimana gaya apung suatu benda sebanding dengan banyaknya air, sehingga kapal laut bisa terapung dan tidak tenggelam.

Kapal Selam
Pada bagian tertentu dari kapal selam terdapat sebuah rongga yang dapat menampung sejumlah air laut yang bisa di isi dan di buang sesuai kebutuhan. Saat akan menyelam, rongga tersebut di isi dengan air laut sehingga berat kapal bertambah. Saat akan mengapung, air laut dalam rongga dikeluarkan sehingga berat kapal lebih ringan dan dapat mengapung di permukaan air laut.

Balon Udara
Untuk dapat terbang di udara, balon ini harus di isi dengan gas yang memiliki massa jenis lebih kecil dari udara atmosfer, sehingga memperoleh gaya ke atas.

     
Referensi : en.wikipedia.org
                  multi sumber

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar