Tampilkan postingan dengan label dongeng pengantar tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongeng pengantar tidur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juli 2017

Dongeng pengantar tidur : Kelinci dan Kura kura

Suatu hari ada lomba kecepatan lari. Kelinci yang merasa yakin kalau dirinya sangat jago lari turut serta. Kura-kura yang berjalan sangat lamban pun ikut serta, meskipun kelinci mengolok-olok dirinya.

Kelinci berlari sangat cepat, ia pun menengok ke belalang, kura-kura tertinggal jauh. Kelinci merasa yakin dia bakal memenangkan perlombaan. Ia pun beristirahat dulu di bawah pohon rindang. Ia berpikir mana mungkin kura-kura bisa melampauinya.

pic. courtesy of freeimages.com

Ketika kelinci terbangun….kura-kura sudah jauh didepannya. Ia pun mulai bangkit dan berlari menyusul. Tapi, kura-kura sudah mencapai garis finish.

Dan pemenang pertandingan adalah kura-kura si lamban.


“ Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan. Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik.” – Baron Pierre de Coubertin – Pendiri & Presiden pertama Komite Olimpiade Internasional

Selasa, 11 Juli 2017

Dongeng pengantar tidur : Telaga Warna

Jaman dahulu kala ada sebuah kerajaan kecil di tanah Sunda. Sang Raja sangat mendambakan anak. Setelah sekian lama Raja dan Permaisuri menikah belum juga dikaruniai Putera atau puteri yang akan mewarisi kerajaannya kelak.

Suatu hari keinginan Raja terkabul. Permaisuri hamil. Sembilan bulan kemudian lahirlah seorang bayi yang cantik. Raja dan Permaisuri sangat bahagia.

Hari berlalu..bayi cantik berubah jadi gadis remaja yang sangat jelita. Namun, kejelitaan wajah tidak seiring dengan perangainya yang buruk. Meskipun kelakuan Puteri sering membuat Raja dan Permaisuri sedih, Raja sangat menyayangi puterinya. Apapun keinginan Puteri selalu dipenuhinya, tapi Sang Puteri tak pernah merasa puas. Hingga suatu hari Sang Raja sudah tak dapat lagi memenuhi keinginan Puteri, membuat Puteri marah besar. Puteri melemparkan semua perhiasan yang terdiri dari emas permata dan berlian ke halaman istana.

“Kecantikan tidak terletak pada wajah,tapi terpancar dari dalam hati.” – Khalil Gibran

Ajaib, dari dalam tanah yang dilempari permata berlian itu keluar air. Terus menerus..tanah itu mengeluarkan air, sehinggan akhirnya membentuk sebuah telaga. Air telaga itu memancarkah cahaya yang berwarna-warni. Sangat Indah. Telaga itu disebut telaga warna.