Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

Bunga Violet yang ambisius

" kupunya asa, mengangkasa..."


Di sebuah taman yang luas dan asri, hiduplah setangkai bunga violet yang indah, hidup damai bersama keluarga dan teman-temannya. Bunga-bunga violet mungil nan cantik itu bergoyang-goyang di tengah-tengah bunga-bunga lainnya di taman itu. Suatu pagi, ketika mahkotanya dihiasi bintik-bintik embun, bunga violet itu mengangkat kepalanya dan melihat ke sekelilingnya; ia melihat setangkai bunga mawar yang jangkung dan indah, berdiri bangga serta menjulur ke tempat yang tinggi, seperti obor yang menyala-nyala di atas pelita emerald.

Sang violet membuka bibirnya yang biru dan berkata, "Betapa malangnya aku di antara bunga-bunga ini, dan betapa rendahnya posisiku dihadapan mereka! Alam telah merancangku pendek dan miskin...Aku hidup sangat dekat dengan tanah dan aku tak dapat menaikkan kepalaku ke langit biru, atau memalingkan wajahku ke matahari, seperti bunga-bunga mawar itu".


" Kesenangan adalah nyanyian-kebebasan, tetapi bukan kebebasan. Ia serukan dari kedalaman ke ketinggian. Ia adalah yang terkurung, mengambil sayap, tapi tak mampu mengarungi angkasa bebas"  - Khalil Gibran
Keluhannya terdengar oleh bunga mawar. Dan mawar itupun tertawa kecil dan berkomentar, "Betapa aneh perkataanmu itu! Engkau beruntung, tetapi engkau tidak memahami keberuntunganmu. Alam telah menganugerahimu keharuman serta keindahan yang tidak dianugerahkannya kepada yang lain... Buanglah pikiran-pikiranmu itu dan cukupkanlah dirimu, dan ingatlah bahwa dia yang merendahkan dirinya akan ditinggikan, dan dia yang meninggikan dirinya akan dihancurkan".
Bunga violet menjawab, "Engkau menghiburku sebab memiliki apa yang kudambakan...Engkau ingin membuatku sakit hati dengan makna bahwa engkau hebat... Betapa menyakitkan khotbah yang beruntung kepada hati yang nelangsa! Dan betapa kejam yang kuat ketika menjadi penasihat diantara yang lemah!"

Dan Alam mendengar percakapan antara violet dengan mawar itu; ia mendekat dan berkata, "Apakah yang terjadi padamu, anakku violet? Selama ini engkau rendah hati dan manis dalam segala perbuatan dan kata-katamu. Apakah ketamakan telah merasuk hatimu dan mengebaskan inderamu?" Dengan suara memelas, sang violet menjawab, "Oh Bunda yang agung serta penuh belas kasih, penuh kasih dan simpati, kumohon kepadamu, dengan segenap hati dan jiwaku, agar menganuhgerahkan permohonanku dan membiarkan aku menjadi bunga mawar suatu hari nanti".
Alam menjawab, "Engkau tidak tahu apa yang engkau minta; engkau tidak sadar akan rencana tersembunyi di balik ambisi butamu itu. Seandainya engkau menjadi bunga mawar, engkau akan menyesal, dan pertobatanmu akan sia-sia".

 Sang violet bersikeras, "Ubahlah aku menjadi bunga mawar yang tinggi, sebab aku ingin mengangkat kepalaku tinggi-tinggi dengan bangga; dan terlepas bagaimana nanti nasibku, itu adalah risikoku".

" Baiklah violet yang pemberontak, akan kupenuhi permintaanmu. Tetapi kalau bencana menimpamu, mengeluhlah kepada dirimu sendiri". Jawab Alam



" Pemberontakan tanpa kebenaran adalah seperti mata air di padang pasir yang suram dan gersang."  - Kahlil Gibran


pic. from peperonity.com
Dan Sang Alam menuruti keinginan bunga violet. Alam mengulurkan jari-jemarinya yang misterius dan ajaib dan menyentuh akar-akar bunga violet itu, yang seketika itu juga berubah menjadi mawar yang jangkung, tinggi di atas bunga-bunga lainnya di kebun itu.
Menjelang malam langit menjadi tebal dengan awan-awan hitam, dan unsur-unsur yang mengamuk mengganggu keheningan keberadaan dengan gunturnya, dan mulai menyerang kebun itu, mengirimkan hujan lebat dan angin kencang. Badai itu mencabik dahan-dahan dan mencabut akar-akarnya serta mematahkan akar bunga-bunga yang tinggi, membiarkan hanya bunga-bunga kecil yang tumbuh dekat bumi yang ramah. Kebun itupun sangat menderita dari langit yang mengamuk, dan ketika badai menjadi tenang dan langit cerah kembali, semua bunga rebah dan tak ada satupun yang terluput dari murka alam selain violet-violet yang kecil, yang bersembunyi dekat dinding kebun itu.
Salah satu bunga violet mengangkat kepalanya dan menyaksikan tragedi yang dialami bunga-bunga serta pepohonan di sana, lalu ia tersenyum senang dan berseru kepada teman-temannya, "lihatlah apa yang telah diperbuat badai terhadap bunga-bunga yang sombong!"  Violet lainnya berkata, " Kita kecil dan hidup dekat dengan tanah, tetapi kita aman dari murka langit". Dan yang ketiga menambahkan, "Sebab kita tidak jangkung, badai tak dapat menaklukkan kita".
Dan Ratu Violet melihat ke arah bunga violet yang telah berubah jadi mawar, rebah ke rumput yang basah oleh badai seperti prajurit yang lunglai di medan pertempuran. Sang ratu violet mengangkat kepalanya dan berseru kepada keluarganya, " Lihatlah, anak-anakku, dan renungkanlah apa yang telah diperbuat Ketamakan terhadap violet yang telah menjadi mawar yang sombong selama satu jam. Biarlah kenangan pemandangan ini menjadi pengingat akan keberuntungan kalian yang baik."



“Untuk memahami hati dan pikiran seseorang, jangan melihat apa yang telah ia capai saat ini. Lihat apa yang sebetulnya ia cita-citakan.” - Khalil Gibran

Dan mawar yang sekarat itu mengerahkan sisa-sisa kekuatannya dan berkata, "Dasar kalian bunga-bunga penurut yang bodoh; aku tidak pernah takut terhadap badai. Kemarinpun aku pas dan mencukupkan diri dengan Kehidupan, tetapi kecukupan diri telah menjadi penghalang di antara keberadaanku dengan badai kehidupan, mengurungku dalam kedamaian serta ketenteraman pikiran yang pesakitan serta malas. Aku bisa saja hidup seperti kalian sekarang ini dengan berpegang ketakutan kepada bumi... Aku bisa saja menantikan musim dingin menutupiku dengan salju dan mengirimkanku kepada maut, yang tentu akan memangsa semua violet... Aku bahagia sekarang sebab aku telah keluar dari duniaku yang kecil, ke dalam misteri alam semesta ... sesuatu yang belum pernah kalian lakukan. Aku bisa saja melupakan ketamakan, yang sifatnya lebih tinggi daripadaku, tetapi ketika kudengarkan keheningan malam, aku dengar dunia sorgawi berbicara kepada dunia bumi ini, "Ambisi di luar keberadaan itu merupakan maksud penting dari keberadaan kita". Ketika itulah rohku memberontak dan hatiku merindukan posisi yang lebih tinggi daripada keberadaanku yang terbatas. Aku sadar bahwa jurang tak berdasar tak dapat mendengar nyanyian bintang-bintang, dan ketika itulah aku mulai melawan kekerdilanku dan mendambakan apa yang bukan kepunyaanku, hingga pemberontakanku berubah menjadi kekuatan besar, dan dambaanku menjadi kehendak yang tercipta... Alam, yang adalah objek besar dari mimpi-mimpi  kita yang lebih mendalam, menganugerahi permintaanku dan mengubahku menjadi bunga mawar dengan jari-jemarinya yang ajaib".
pic. from goodfon.com
Bunga mawar ini terdiam sejenak, dan dengan suara yang semakin lemah, berbaur dengan kebanggan serta prestasi, ia berkata, " Aku telah hidup satu jam sebagai bunga mawar yang bangga; aku sempat menjadi ratu; aku telah melihat Alam Semesta dari balik mata setangkai mawar; aku telah medengar bisikan langit lewat telinga mawar dan menyentuh lipatan-lipatan pakaian terang dengan daun-daun bunga mawar. Adakah disini yang dapat mengklaim kehormatan seperti itu?" Setelah berkata demikian, ia tundukkan kepalanya, dan dengan suara tercekik ia melanjutkan, "Sekarang aku akan mati, sebab jiwaku telah mencapai sasarannya. Akhirnya aku telah memperluas pengetahuanku ke dunia di luar goa kelahiranku yang sempit. Inilah rancangan Kehidupan... Inilah rahasia Keberadaan". Lalu bunga mawar ini gemetar, perlahan-lahan melipat daun-daun bunganya, dan menghembuskan nafasnya yang terakhir  dengan senyum sorgawi di bibirnya... senyum kepenuhan pengharapan serta maksud dalam kehidupan... senyum kemenangan... senyum Ilahi.

" Jika Anda berusaha meraih bintang, Anda mungkin tak akan mendapatkan satu pun, tapi Anda tak akan meraih segenggam lumpur juga." - Leo Burnett

Sumber : Khalil Gibran, Bunga Violet yang ambisius

Senin, 18 Maret 2013

Steve Jobs, visioner yang jenius dan kreatif



“Kreativitas berarti menghubungkan banyak hal.” Ujar Steve Jobs. 

5 Oktober 2011 dunia kehilangan seorang tokoh inovatif, visioner yang jenius dan kreatif, Steve Jobs.  Jobs meninggal dunia pada usia 56 tahun akibat komplikasi kanker prankeas. 


Ternyata, Steve Jobs pernah mengambil kelas kaligrafi dan pergi ke India untuk belajar perhotelan dan desain.

Berikut ini 5 prinsip Steve Jobs yang memberi inspirasi :

1. Lakukan yang kamu suka. Steve Jobs pernah berkata pada sekelompok pegawai, “Orang-orang dengan gairah bisa mengubah dunia menjadi lebih baik.” Jobs mengikuti hatinya selama hidupnya dan gairah itu, katanya, yang telah membuat semua perubahan. Sangat sulit untuk membuat sesuatu yang baru, menjadi kreatif atau membuat ide novel kalau kamu tidak memiliki gairah untuk membuat kemajuan.

2. Buat perubahan untuk dunia. Semangat adalah bahan bakar roket, tetapi visi mengarahkan roket ke tujuan akhirnya. Pada tahun 1976, ketika Jobs dan Steve Wozniak mendirikan Apple bersama, visi Jobs adalah untuk menempatkan komputer di setiap tangan orang setiap hari. Pada tahun 1979, Jobs melihat awal penggunaan grafis user interface yang ditunjukkan di tempat penelitian Xerox di Palo Alto, California. Dia segera tahu bahwa teknologi bisa membuat komputer menarik untuk orang biasa. Teknologi itu akhirnya menjadi Macintosh, yang mengubah segala cara kita berinteraksi dengan komputer. Peneliti Xerox tidak menyadari potensi dari teknologi tersebut karena visi mereka terbatas untuk membuat mesin fotokopi baru. Dua orang bisa melihat suatu hal dengan sama, tetapi mempresepsikannya berbeda berdasarkan visi mereka.


3. Starter otakmu. Steve Jobs berkata, “Kreativitas berarti menghubungkan banyak hal.” Menghubungkan di sini berarti mencari inspirasi dari industri lain. Jobs pernah mengambil kelas kaligrafi yang tidak ia gunakan manfaatnya sampai ia membuat Macintosh. Dia juga pergi ke Asia dan India untuk belajar perhotelan dan desain. 
4. Jual mimpi, bukan produk. Bagi Steve Jobs, orang yang membeli produk Apple bukanlah “konsumen”. Mereka orang-orang dengan harapan, mimpi dan ambisi. Dia membuat produk untuk membantu orang meraih mimpi mereka. Dia juga berkata, “beberapa orang berpikir kamu gila karena membeli Mac, tapi di kegilaan itu kita melihat kejeniusan.” Bagaimana kita melihat konsumen kita? Mari kita bantu mengeluarkan kejeniusan mereka dan kamu akan mendapatkan hati dan pikirannya.
5. Katakan tidak untuk 1000 hal. Steve Jobs pernah berkata, “Saya bangga dengan apa yang kita tidak lakukan dan kita lakukan”. Dia berkomitmen untuk membuat produk yang sederhana dengan desain rapi. Dan komitmen itu bisa dilihat dari produk-produk buatannya. Mulai dari desain iPod sampai iPad, kemasan produk Apple, sampai fungsi-fungsi di Websitenya. Di dunia Apple, inovasi berarti menghilangkan hal yang tidak perlu sehingga yang perlu bisa muncul. 


Steve Jobs Quotes


 “ Inovasi bersembunyi di antara pemimpin dan pengikut.”


“ Jangan biarkan pendapat orang lain mengaburkan suara hatimu.”


“ Mengapa bergabung dengan Angkatan Laut jika kita bisa menjadi seorang bajak laut?”


“ Kadang-kadang saat kita membuat sebuah inovasi, kita membuat kesalahan-kesalahan. Hal ini lebih baik untuk membuatnya lebih cepat dan mengembangkan inovasi yang lain.”



 “ Orang tua duduk dan bertanya ‘ apa ini?’ , tetapi anak muda bertanya ‘ apa yang saya dapat lakukan dengannya?’ “



 “ Tujuan kita adalah membuat perangkat terbaik di dunia, bukan yang terbesar.”



 “ Ini bukan tentang kesetiaan pada teknologi, tetapi ini kesetiaan terhadap manusia.”


 “ Kita membayar orang yang ingin membuat sesuatu yang terbaik di dunia.”



  “ Saya sangat tertarik memiliki internet di sarangku”



“ Kadang-kadang kehidupan memukul kepalamu dengan sebuah bata. Jangan hilang kesabaran !. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya berjalan terus  adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan.”



Sumber : unic77.com
                id.wikipedia.org/wiki/steve_jobs
                  www.brainyquotes.com/quotes
                  www.goodreads.com/quotes