Tampilkan postingan dengan label industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label industri. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Steve Jobs, visioner yang jenius dan kreatif



“Kreativitas berarti menghubungkan banyak hal.” Ujar Steve Jobs. 

5 Oktober 2011 dunia kehilangan seorang tokoh inovatif, visioner yang jenius dan kreatif, Steve Jobs.  Jobs meninggal dunia pada usia 56 tahun akibat komplikasi kanker prankeas. 


Ternyata, Steve Jobs pernah mengambil kelas kaligrafi dan pergi ke India untuk belajar perhotelan dan desain.

Berikut ini 5 prinsip Steve Jobs yang memberi inspirasi :

1. Lakukan yang kamu suka. Steve Jobs pernah berkata pada sekelompok pegawai, “Orang-orang dengan gairah bisa mengubah dunia menjadi lebih baik.” Jobs mengikuti hatinya selama hidupnya dan gairah itu, katanya, yang telah membuat semua perubahan. Sangat sulit untuk membuat sesuatu yang baru, menjadi kreatif atau membuat ide novel kalau kamu tidak memiliki gairah untuk membuat kemajuan.

2. Buat perubahan untuk dunia. Semangat adalah bahan bakar roket, tetapi visi mengarahkan roket ke tujuan akhirnya. Pada tahun 1976, ketika Jobs dan Steve Wozniak mendirikan Apple bersama, visi Jobs adalah untuk menempatkan komputer di setiap tangan orang setiap hari. Pada tahun 1979, Jobs melihat awal penggunaan grafis user interface yang ditunjukkan di tempat penelitian Xerox di Palo Alto, California. Dia segera tahu bahwa teknologi bisa membuat komputer menarik untuk orang biasa. Teknologi itu akhirnya menjadi Macintosh, yang mengubah segala cara kita berinteraksi dengan komputer. Peneliti Xerox tidak menyadari potensi dari teknologi tersebut karena visi mereka terbatas untuk membuat mesin fotokopi baru. Dua orang bisa melihat suatu hal dengan sama, tetapi mempresepsikannya berbeda berdasarkan visi mereka.


3. Starter otakmu. Steve Jobs berkata, “Kreativitas berarti menghubungkan banyak hal.” Menghubungkan di sini berarti mencari inspirasi dari industri lain. Jobs pernah mengambil kelas kaligrafi yang tidak ia gunakan manfaatnya sampai ia membuat Macintosh. Dia juga pergi ke Asia dan India untuk belajar perhotelan dan desain. 
4. Jual mimpi, bukan produk. Bagi Steve Jobs, orang yang membeli produk Apple bukanlah “konsumen”. Mereka orang-orang dengan harapan, mimpi dan ambisi. Dia membuat produk untuk membantu orang meraih mimpi mereka. Dia juga berkata, “beberapa orang berpikir kamu gila karena membeli Mac, tapi di kegilaan itu kita melihat kejeniusan.” Bagaimana kita melihat konsumen kita? Mari kita bantu mengeluarkan kejeniusan mereka dan kamu akan mendapatkan hati dan pikirannya.
5. Katakan tidak untuk 1000 hal. Steve Jobs pernah berkata, “Saya bangga dengan apa yang kita tidak lakukan dan kita lakukan”. Dia berkomitmen untuk membuat produk yang sederhana dengan desain rapi. Dan komitmen itu bisa dilihat dari produk-produk buatannya. Mulai dari desain iPod sampai iPad, kemasan produk Apple, sampai fungsi-fungsi di Websitenya. Di dunia Apple, inovasi berarti menghilangkan hal yang tidak perlu sehingga yang perlu bisa muncul. 


Steve Jobs Quotes


 “ Inovasi bersembunyi di antara pemimpin dan pengikut.”


“ Jangan biarkan pendapat orang lain mengaburkan suara hatimu.”


“ Mengapa bergabung dengan Angkatan Laut jika kita bisa menjadi seorang bajak laut?”


“ Kadang-kadang saat kita membuat sebuah inovasi, kita membuat kesalahan-kesalahan. Hal ini lebih baik untuk membuatnya lebih cepat dan mengembangkan inovasi yang lain.”



 “ Orang tua duduk dan bertanya ‘ apa ini?’ , tetapi anak muda bertanya ‘ apa yang saya dapat lakukan dengannya?’ “



 “ Tujuan kita adalah membuat perangkat terbaik di dunia, bukan yang terbesar.”



 “ Ini bukan tentang kesetiaan pada teknologi, tetapi ini kesetiaan terhadap manusia.”


 “ Kita membayar orang yang ingin membuat sesuatu yang terbaik di dunia.”



  “ Saya sangat tertarik memiliki internet di sarangku”



“ Kadang-kadang kehidupan memukul kepalamu dengan sebuah bata. Jangan hilang kesabaran !. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya berjalan terus  adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan.”



Sumber : unic77.com
                id.wikipedia.org/wiki/steve_jobs
                  www.brainyquotes.com/quotes
                  www.goodreads.com/quotes

Senin, 12 November 2012

Rohana Kudus, Pahlawan Pejuang Pendidikan Wanita Indonesia



“Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”.  Dengan bijak Rohana Kudus menjelaskan. 

Rohana Kudus, nama wanita pejuang pendidikan wanita Indonesia ini tidak sepopuler RA Kartini, walaupun ia hidup di era yang sama dengan  Kartini. Dan tak ada bait lagu untuk mengapresiasi perjuangannya, seperti halnya lagu untuk RA Kartini. Meskipun banyak kiprahnya untuk kemajuan wanita Indonesia. Ia memiliki komitmen yang kuat terhadap pendidikan perempuan Indonesia. Ia berjuang dan berkorban agar perempuan Indonesia mendapat pendidikan setara dengan laki-laki. Ia juga pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Rohana tidak mendapat pendidikan secara formal, namun semangat belajarnya sangat tinggi. Pada usia duabelas tahun ia sudah bisa membaca dan menulis abjad Arab, Latin dan Arab-Melayu, dan pandai berbahasa Belanda.  Dan pada usia duabelas tahun ia mengajarkan teman-teman sebayanya membaca dan menulis. Rohana belajar menjahit, menyulam, merenda dan merajut dari seorang perempuan Belanda, isteri pejabat Belanda atasan ayahnya. Ia juga banyak membaca majalah terbitan Belanda yang memuat berita politik, gaya hidup dan pendidikan di Eropa.

Kemudian pada tanggal 11 Februaru 1911 ia mendirikan sekolah keterampilan khusus perempuan, Sekolah Kerajinan Amai Setia. Sekolah ini mengajarkan murid-murid keterampilan tulis-baca, mengelola keuangan, budi pekerti, pendidikan Agama dan Bahasa Belanda. Banyak rintangan yang dihadapinya, terutama dari pemuka adat dan kebiasaan masyarakat Koto Gadang.

Rohana memasarkan hasil kerajinan para muridnya ke Eropa. Sekolah Kerajinan Amai Setia yang didirikan Rohana telah menjadi basis industri rumah tangga serta koperasi jual beli dan simpan pinjam pertama di Minangkabau yang semua anggotanya perempuan.

Banyak petinggi Belanda yang kagum akan perjuangan dan hasil kerja kerasnya. Dan kiprahnya ini menjadi topik pembicaraan di Belanda. Berita perjuangannya banyak ditulis di surat kabar terkemuka dan disebut sebagai perintis pendidikan perempuan pertama di Sumatera Barat.

Tanggal 10 Juli 1912 Rohana mendirikan surat kabar perempuan pertama yang dinamai “Sunting Melayu”. Pemimpin redaksi, redaktur dan penulisnya semuanya perempuan.

Semakin sukses perjuangan Rohana, semakin besar pula badai cobaan menerpa. 22 Oktober 1916, salah seorang muridnya yang sudah sukses mengkhianatinya dan menuduhnya melakukan penyelewengan keuangan, dan Rohana diminta turun dari jabatannya sebagai Direktris dan Peningmeester di Sekolah Amai Setia yang didirikannya. Setelah beberapa kali persidangan tuduhan itu dinyatakan tidak memiliki bukti. Jabatan Direktris dikembalikan kepadanya, tapi ia menolaknya. Ia memilih pulang ke Bukittinggi dan mendirikan sebuah sekolah yang dinamai “Rohana School”.

Rohana turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda. Rohana pun mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan. Ia mencetuskan ide penyelundupan senjata dari Kotogadang ke Bukittinggi melalui Ngarai Sianok dengan cara menyembunyikannya dalam sayuran dan buah-buahan yang kemudian dibawa ke Payakumbuh dengan kereta api.

 Rohana Kudus lahir 20 Desember di Koto Gadang , Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada usia 24 tahun Rohana menikah dengan Abdul Kudus, seorang notaries.  Sepanjang hidupnya Rohana menghabiskan waktu untuk belajar dan mengajar. Ia melakukan beragam kegiatan yang berorientasi pada pendidikan, jurnalistik, bisnis dan politik. Ia dianugerahi penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia. Rohana wafat di Jakarta pada 17 Agustus 1972.

Sumber :id.wikipedia.org