Tampilkan postingan dengan label membaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membaca. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2013

Nasihat dari Einstein

1. Pelihara terus rasa ingin tahu (curiousity)
 
"Aku tidak punya bakat khusus. Aku hanyalah orang yang selalu ingin tahu "


Penuhi rasa ingin tahu kita dengan banyak membaca.

Mengejar jawaban rasa ingin tahu adalah kunci rahasia kesukesan.


2. Tekun itu Tak Ternilai
 
“Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah.” 


Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai, Dia terus berjalan merayap inchi demi inchi, dan akhirnya sampai di tepi pantai. 

Selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.
 
 "Seseorang bisa melakukan banyak hal,tapi bukan semua hal sekaligus".

Berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

4. Imaginasi adalah kekuatan
 
“Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan.” 


Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda.
Yang dimaksud imajinasi ini adalah hubungannya dengan kreatifitas.Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.


“Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi.”


5. Jangan takut gagal atau buat kesalahan
 
“Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru.” 


Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN.
 Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih waspada, lebih teliti, lebih cepat dan lebih cerdas untuk pekerjaan berikutnya. Tapi kesalahan jangan dilakukan ulang.


"Aku Berpikir terus menerus berbulan-bulan dan bertahun tahun, sembilan puluh sembilan kali aku membuat kesimpulan yang salah. Untuk yang keseratus aku benar."


6. Fokus untuk hidup pada saat ini
 
Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik. Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. 


"Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya."

7. Hargai diri Anda
 
“Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga.” 


Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Einstein terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya. Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah bakat itu menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlianharganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.

8. Jika cara lama tidak berhasil, cari alternative lain.


 “Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda.” 


Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang.

9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman
 
Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.” 


Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. Anda harus melakukan proyek tersebut untuk ‘tahu’ apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. Anda harus melakukannya untuk mengatasi Munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.


10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik
 
“Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain.” 


Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir
dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda
cukup melakukan dua hal saja.


Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami ‘peraturan’ bagaimana cara Anda melakukannya.

Kedua,lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda
mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong
Anda.



Sumber : unic77.com

Senin, 12 November 2012

Rohana Kudus, Pahlawan Pejuang Pendidikan Wanita Indonesia



“Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”.  Dengan bijak Rohana Kudus menjelaskan. 

Rohana Kudus, nama wanita pejuang pendidikan wanita Indonesia ini tidak sepopuler RA Kartini, walaupun ia hidup di era yang sama dengan  Kartini. Dan tak ada bait lagu untuk mengapresiasi perjuangannya, seperti halnya lagu untuk RA Kartini. Meskipun banyak kiprahnya untuk kemajuan wanita Indonesia. Ia memiliki komitmen yang kuat terhadap pendidikan perempuan Indonesia. Ia berjuang dan berkorban agar perempuan Indonesia mendapat pendidikan setara dengan laki-laki. Ia juga pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Rohana tidak mendapat pendidikan secara formal, namun semangat belajarnya sangat tinggi. Pada usia duabelas tahun ia sudah bisa membaca dan menulis abjad Arab, Latin dan Arab-Melayu, dan pandai berbahasa Belanda.  Dan pada usia duabelas tahun ia mengajarkan teman-teman sebayanya membaca dan menulis. Rohana belajar menjahit, menyulam, merenda dan merajut dari seorang perempuan Belanda, isteri pejabat Belanda atasan ayahnya. Ia juga banyak membaca majalah terbitan Belanda yang memuat berita politik, gaya hidup dan pendidikan di Eropa.

Kemudian pada tanggal 11 Februaru 1911 ia mendirikan sekolah keterampilan khusus perempuan, Sekolah Kerajinan Amai Setia. Sekolah ini mengajarkan murid-murid keterampilan tulis-baca, mengelola keuangan, budi pekerti, pendidikan Agama dan Bahasa Belanda. Banyak rintangan yang dihadapinya, terutama dari pemuka adat dan kebiasaan masyarakat Koto Gadang.

Rohana memasarkan hasil kerajinan para muridnya ke Eropa. Sekolah Kerajinan Amai Setia yang didirikan Rohana telah menjadi basis industri rumah tangga serta koperasi jual beli dan simpan pinjam pertama di Minangkabau yang semua anggotanya perempuan.

Banyak petinggi Belanda yang kagum akan perjuangan dan hasil kerja kerasnya. Dan kiprahnya ini menjadi topik pembicaraan di Belanda. Berita perjuangannya banyak ditulis di surat kabar terkemuka dan disebut sebagai perintis pendidikan perempuan pertama di Sumatera Barat.

Tanggal 10 Juli 1912 Rohana mendirikan surat kabar perempuan pertama yang dinamai “Sunting Melayu”. Pemimpin redaksi, redaktur dan penulisnya semuanya perempuan.

Semakin sukses perjuangan Rohana, semakin besar pula badai cobaan menerpa. 22 Oktober 1916, salah seorang muridnya yang sudah sukses mengkhianatinya dan menuduhnya melakukan penyelewengan keuangan, dan Rohana diminta turun dari jabatannya sebagai Direktris dan Peningmeester di Sekolah Amai Setia yang didirikannya. Setelah beberapa kali persidangan tuduhan itu dinyatakan tidak memiliki bukti. Jabatan Direktris dikembalikan kepadanya, tapi ia menolaknya. Ia memilih pulang ke Bukittinggi dan mendirikan sebuah sekolah yang dinamai “Rohana School”.

Rohana turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda. Rohana pun mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan. Ia mencetuskan ide penyelundupan senjata dari Kotogadang ke Bukittinggi melalui Ngarai Sianok dengan cara menyembunyikannya dalam sayuran dan buah-buahan yang kemudian dibawa ke Payakumbuh dengan kereta api.

 Rohana Kudus lahir 20 Desember di Koto Gadang , Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada usia 24 tahun Rohana menikah dengan Abdul Kudus, seorang notaries.  Sepanjang hidupnya Rohana menghabiskan waktu untuk belajar dan mengajar. Ia melakukan beragam kegiatan yang berorientasi pada pendidikan, jurnalistik, bisnis dan politik. Ia dianugerahi penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia. Rohana wafat di Jakarta pada 17 Agustus 1972.

Sumber :id.wikipedia.org