Tampilkan postingan dengan label sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sederhana. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juli 2017

Tikus Desa dan Tikus Kota

“ Sahabatku yang papa, bahwa malang yang menimpamu dalam hidup merupakan kekuatan yang menerangi hatimu, dan membangkitkan jiwamu dari ceruk ejekan ke singgasana kehormatan, maka engkau akan merasa berpuas hati karena pengalamanmu, dan engkau akan memandangnya sebagai pembimbing, serta membuatmu bijaksana.” – Khalil Gibran

Suatu hari seekor tikus kota berkunjung ke tempat saudaranya di desa, seekor tikus desa. Tikus desa menyambutnya dengan wajah yang gembira, ia pun menjamu si tikus kota dengan senang hati. Tikus desa menyajikan tangkai gandum, akar-akaran dan biji-bijian. Namun ketika mereka bersantap, tikus kota hanya makan sedikit dan tampak tidak berselera. Agar tikus desa tidak tersinggung, ia makan sedikit demi sedikit.

Pada malam hari sebelum pergi tidur, mereka saling bercerita pengalaman hidup masing-masing. Si tikus desa terpesona dengan kehidupan mewah yang diceritakan oleh tikus kota. Ia pun ingin pergi ke kota.

Kemudian tikus desa pergi ke kota bersama tikus kota. Ia menginap di tempat tikus kota bersarang, di salah satu sudut gudang di sebuah rumah mewah dan megah.

Tikus desa berdecak kagum melihat tempat tinggal tikus kota. Matanya terbelalak melihat begitu banyak sisa-sisa makanan enak di atas meja makan. Pemilik rumah habis mengadakan pesta. Tikus desa dan tikus kota menghampiri makanan tersebut dan menggigit sedikit remah kue, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara seekor kucing, mereka lalu bersembunyi.

Ketika ruangan tampak sepi, mereka kembali mendekati sisa-sisa makanan . Mereka kembali terkejut…lalu bersembunyi…pelayan dan seekor anjing datang. Dan pelayan membersihkan semua sisa-sisa makanan dari atas meja.

Jantung tikus desa berdegup kencang karena ketakutan. Ia pun berpamit kepada tikus kota untuk segera pulang ke desa.

Tikus desa memang hidup sederhana, makan seadanya, tapi ia merasa nyaman dan aman hidup di desa. Ia tak mau lagi pergi ke kota.

Hidup miskin dari sumber yang aman dan  halal lebih baik daripada hidup mewah  dari sumber yang tidak halal. Hidup sederhana dalam kenyamanan lebih indah daripada hidup berkelimpahan harta tapi selalu dibayangi ketakutan.



Kamis, 07 Maret 2013

Warren Buffet, Sang Bijak dari Omaha



Nasihat dari Warren Buffet : hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri sendiri.

Warren Buffet adalah salah satu orang terkaya dunia. Ia telah mengumpulkan kekayaan dengan berinvestasi melalui Berkshire Hathaway, salah satu perusahaannya, ia memiliki 38% saham.  Ia dijuluki Oracle of Omaha (Sang Bijak dari Omaha).
 Warren Buffet mengingatkan :
1.Uang tidak menciptakan orang tapi oranglah yang menciptakan uang.
2.Hiduplah secara sederhana
3.Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut kita  baik.
4.Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang membuatmu nyaman.
5.Jangan boros dan gunakan uang untuk membantu yang kekurangan.
6.Orang lain tidak dapat mengatur hidup kita. Kita yang mengendalikan hidup kita sepenuhnya.
Hal-hal yang telah dilakukan Warren Buffet yang memberi inspirasi :

Warren Buffet Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun. 

Warren Buffet membeli sebuah ladang kecil pada usia 14 tahun dari hasil mengantar koran.
 
Warren Buffet tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yang lalu. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.

Warren Buffet menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard.

Warren Buffet tidak pernah menggunakan jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.

Warren Buffet tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.

Jadi, Warren Buffet telah berinvestasi pada usia yang sangat dini. Ia tidak memerlukan modal yang besar untuk memulai investasinya. Ia pun hidup sederhana dengan tinggal di rumah sederhana untuk ukuran orang kaya dunia. Ia tidak boros dan tidak melakukan hal yang tak perlu seperti pergaulan kelas atas dan terbang dengan jet pribadi. Warren Buffet juga suka berderma.