" Inspirasi akan selalu bernyanyi, karena inspirasi tidak pernah menjelaskan." - Khalil Gibran
Suatu hari Nasrudin dan beberapa temannya diundang ke sebuah acara di kampung sebelah. Karena dia tidak memiliki kuda, dia diberi pinjam seekor kuda oleh salah satu temannya. Tapi kuda itu berjalan lambat sekali.
Di tengah perjalanan pulang ke kampungnya hujan turun deras sekali. Teman-temannya memacu kudanya agar berlari lebih cepat, supaya cepat sampai ke rumah masing-masing.
Lain halnya dengan Nasrudin yang menunggangi kuda yang berjalan lambat, ia berhenti sebentar untuk berteduh dan kemudian melipat pakaiannya yang kemudian dimasukan kedalam tas. Setelah hujan sedikit reda, ia meneruskan perjalanannya kembali. Ketika Nasrudin hampir sampai di kampungnya hujan berhenti. Nasrudin memakai bajunya kembali.
Teman-teman Nasrudin heran, dan salah satu temannya yang meminjaminya kuda bertanya," Kok bisa, bajumu tetap kering? Sementara kami basah kuyup kehujanan."
Nasrudin pun menjawab sekenanya, "Ini berkat kuda yang kutunggangi ini." Sembari menepuk-nepuk badan kuda.
Keesokan harinya sang teman pergi ke suatu tempat untuk suatu urusan.Ia menunggangi kuda yangberjalan lambat yang telah dipinjamkan pada Nasrudin kemarin. Di tengah perjalanan hujan turun lagi.
Sang teman tiba dikampungnya dengan basah kuyup dan marah-marah karena ia pikir Nasrudin telah membohonginya.
Nasrudin menjawab, " Itu karena kamu yang fokus pada kecepatan kuda, bukan kepada bagaimana mengatasi situasi hujan."
" Akal dan belajar itu seperti jiwa dan raga. Tanpa raga, jiwa adalah udara hampa. Tanpa jiwa, raga adalah kerangka tanpa makna." - Khalil Gibran
masa lampau sangat berguna untuk menjadi kaca benggala masa yang akan datang.
Rabu, 21 September 2016
Nasrudin dan keinginan manusia
Suatu hari Nasrudin bertemu dengan Hakim Kota yang terkenal pandai dan bijaksana. Kemudian mereka terlibat pembicaraan dan perdebatan yang seru. Pada masa itu para cendekiawan sering berpikir hanya dari satu sisi saja, begitu juga dengan Bapak Hakim tersebut.
Setelah berbincang berbagai hal, akhirnya Hakim Kota itu bertanya pada Nasrudin, “Seandainya Anda diminta untuk memilih antara kekayaan dan kebijaksanaan, mana yang akan Anda pilih?”
“Tentu, saya memilih kekayaan.” jawab Nasrudin.
Hakim spontan membalas , “Anda adalah cendekiawan yang terkenal bijak. Tapi Anda lebih memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”
Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”
“Tentu, saya memilih kebijaksanaan.” tandas Sang Hakim Kota.
“Kodrat manusia......memilih untuk memperoleh apa yang tidak dimilikinya." Nasrudin berucap.
" Di dalam hasrat manusia, ada kekuatan kerinduan yang mengubah kabut dalam diri menjadi matahari." - Khalil Gibran
Hakim spontan membalas , “Anda adalah cendekiawan yang terkenal bijak. Tapi Anda lebih memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”
Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”
“Tentu, saya memilih kebijaksanaan.” tandas Sang Hakim Kota.
“Kodrat manusia......memilih untuk memperoleh apa yang tidak dimilikinya." Nasrudin berucap.
" Di dalam hasrat manusia, ada kekuatan kerinduan yang mengubah kabut dalam diri menjadi matahari." - Khalil Gibran
Kamis, 14 Juli 2016
Itik buruk rupa dan Angsa yang cantik
"Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan dirimu mengetahui dirimu, dan yang satu lagi membayangkan bahwa orang lain mengetahui dirimu" - Khalil Gibran
Keenam telur itik
itu menetas hampir bersamaan. Tinggallah satu butir telur yang lebih besar
belum menetas. Sang induk itik sabar menunggu telur yang ketujuh menetas.
Akhirnya telur
itik yang ketujuh itu menetas. Tapi yang satu ini berbeda dengan keenam anak
itik yang berbulu kuning. Anak itik ini berbulu warna kelabu.
Induk itik
memboyong ketujuh anak-anaknya untuk berjalan mencari makan. Di tengah
perjalanan ia bertemu dengan seekor ayam.
“ Apa khabar, ibu
itik? Anak-anakmu sudah menetas ya. .”
Ayam itupun
menengok ke arah anak itik yang berbulu kelabu, dan berkata : “ Tapi kenapa
yang satu ini jelek sekali, bulunya kelabu ?”
Rombongan ibu itik
dan anak-anaknya pun terus berjalan. Selama perjalanan mereka bertemu dengan
hewan-hewan lain yang mengejek dan mengolok-olok anak itik yang berbulu kelabu.
Waktu berlalu.
Anak itik berbulu kelabu tumbuh lebih besar tubuhnya dari anak-anak itik yang
lainnya. Tapi itik itu selalu merasa tidak percaya diri karena sering diejek
dan diolok-olok. Dan ia percaya kalau dirinya memang buruk rupa.
Suatu hari anak
itik berbulu kelabu itu pergi meninggalkan keluarganya karena malu dengan
keadaannya yang berbeda dengan saudara-saudaranya.
Setiap bertemu
dengan hewan lain ia selalu bertanya, :
“ Apakah anda
pernah bertemu dengan itik yang berbulu kelabu seperti diriku ?”
Tapi setiap hewan
yang ia tanya selalu menjawab “ tidak pernah.”
Anak itik kelabu
itu terus berjalan dengan hati yang galau karena ia pikir dirinya adalah mahluk
hidup terjelek di dunia.
Suatu hari ketika
ia sedang tertidur pulas karena kelelahan berjalan, seorang nenek menangkapnya
dan membawanya pulang. Nenek itu merasa kasihan melihat itik remaja yang tampak
kurus dan letih itu. Nenek lalu memberi makan. Kemudian memasukkannya ke
kandang ayam untuk beristirahat.
Setiap hari nenek
itu mengambil telur-telur ayam dari kandang. Ia melihat itik itu belum bertelur
juga dan berkata, “ kamu tidak bisa bertelur, tak apa-apa....makanlah yang
banyak supaya gemuk.”
Itik itu bertanya
kepada ayam-ayam, “ mengapa aku tidak bisa bertelur?”
“ Kamu itik
jantan, gak mungkin bertelur. Nenek ingin kamu gemuk karena kan dipotong dan
dimasak jadi gulai.” Kata seekor ayam.
Itik kelabu itu
ketakutan dan berniat kabur. Ia melakukan berbagai cara agar bisa kabur. Ia
mengendap-endap pergi pada suatu malam ketika ayam-ayam dan si nenek sudah
tidur. Itik itu lari sejauh mungkin.
Tiba-tiba cuaca
menjadi sangat dingin. Itik diam di tepi kolam dan menggigil kedinginan, ketika
seorang petani menemukannya. Petani itupun membawanya pulang. Itik yang sudah
tak punya tenaga untuk melawan hanya bisa diam pasrah. Ia berpikir, tamatlah
sudah hidupnya, petani itu pasti akan memotong dan memasaknya menjadi gulai.
Tapi itik itu
salah sangka dengan niat baik Pak Petani. Pak Petani merasa iba padanya dan
membawanya untuk merawatnya. Pak Petani itu memberinya makan-makanan sehat
bergizi dan memberinya tempat tinggal. Setelah beberapa waktu itik itu kembali
sehat dan merasa kuat untuk melakukan perjalanan. Itik berbulu kelabu itu
pergi, hingga akhirnya tiba di sebuah danau. Ia pun berenang. Sekumpulan angsa
menghampirinya dan menyapanya. Seekor angsa bertanya padanya,
“ Hai.. darimana
asalmu. Kamu pasti bukan berasal dari sini ? Aku gak pernah melihatmu
sebelumnya? “
Itik yang minder
itu hanya menunduk karena takut dicemooh lagi. Tapi saat ia melihat kedalam
air, ia terkejut melihat pantulan bayangan dirinya di air. Ia melihat bayangan
seekor angsa yang cantik.
Itik berbulu
kelabu tidak pernah menyadari kelebihannya. Ia selalu merasa minder dan percaya
pada apa yang dikatakan oleh hewan-hewan lain yang iri hati dan ingin
merendahkannya. Ia tidak menyadari kalau dirinya adalah seekor angsa yang
cantik, berbeda dengan itik-itik lain dan juga saudara-saudaranya. Ia fokus
pada apa yang dikatakan hewan-hewan lain padanya.
" Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya." - Khalil Gibran
Rabu, 13 Juli 2016
Mumtaz Mahal, permata istana Mughal
“
Cinta memiliki jemari yang sehalus sutera, yang kuku-kukunya runcing
meremas jantung dan membuat manusia menderita karena duka. Dan cinta adalah
sekumpulan duka yang terangkum dalam pujian do’a, membungbung ke angkasa
bersama harum aroma dupa.” – Khalil Gibran
Arjumand
Banu Begam, wanita cantik keturunan bangsawan Persia. Lahir bulan April tahun
1593 di kota Agra. Pada usia empat belas tahun ia diperkenalkan kepada Pangeran
Khurram, pewaris kerajaan besar Islam Mughal, yang masih berusia lima belas
tahun. Pangeran Khurram jatuh cinta pada pandangan pertama. Lima tahun kemudian
Pangeran Khurram (yang kemudian dikenal dengan nama Syah Jahan) menikahi
Arjumand Banu Begam sebagai isteri ketiganya. Setelah menikah Arjumand diberi
gelar atau dijuluki Mumtaz Mahal, yang berarti permata istana.
Mumtaz
Mahal adalah isteri kesayangan dan satu-satunya cinta sejati Pangeran Khurram
(Syah Jahan). Mumtaz Mahal adalah isteri
ketiga, tapi hanya dengannya Syah Jahan mengalami pernikahan yang dalam, intim
dan penuh kasih sayang. Pernikahan dengan isteri pertama, Akbar Abadi Mahal,
dan isteri kedua, Kandahari Mahal, hanyalah bersifat status semata dan
kepentingan politik kerajaan. Tak ada hubungan cinta kasih dan keintiman antara
Syah Jahan dengan isteri pertama dan isteri keduanya tersebut.
“ Setiap
orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali
hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan
membuatnya begitu bahagia di balik kepahitan yang penuh misteri. “ – khalil
Gibran
Mumtaz
Mahal sering mendampingi Syah Jahan dalam perang dan berbagai acara kerajaan.
Meskipun pengaruh politik yang dimiliki Mumtaz sangatlah minim, tapi ia mampu
mempengaruhi suaminya dalam beberapa kebijakan. Mumtaz diberi tanggung jawab
untuk memegang stempel kerajaan.Wanita cantik ini dikenal oleh rakyatnya dengan
kebaikan hatinya. Ia menggunakan tunjangan yang diperolehnya dari kerajaan
untuk membantu fakir miskin.
Tahun
1630 Mumtaz Mahal mendampingi suaminya dalam pertempuran di Deccan Plateau. Dan
ini adalah perjalanannya yang terkahir mendampingi suaminya dalam perang. Ia
meninggal tanggal 17 Juni 1631 dalam tenda perkemahan, sesaat setelah
melahirkan anak yang ke-14.
Syah
Jahan sangat terpukul. Untuk mengenang isteri tercintanya ia membangun Taj
Mahal. Didalam bangunan indah nan megah
tersebut terdapat makam Mumtaz Mahal.
Sabtu, 09 Juli 2016
Taj Mahal, monumen cinta abadi
" Cintaku padamu, wahai kekasih, akan tetap ada hingga akhir hidupku, dan setelah mati Tangan Tuhan akan mempersatukan kita kembali".
Taj Mahal adalah sebuah monumen cinta abadi yang terletak di kota Agra, India. Bangunan megah dan mewah ini dibangun atas perintah Sultan Syah Jahan pada masa keemasan kerajaan Islam Moghul. Pembangunannya memakan waktu selama 22 tahun dari tahun 1631 sampai tahun 1653. Taj Mahal dipersembahkan untuk isteri tercintanya Arjumand Banu Begum, atau dikenal dengan panggilan Mumtaz Mahal, yang berarti permata istana. Mumtaz Mahal adalah satu-satunya cinta Sejati Syah Jahan. Mumtaz Mahal meninggal dunia pada saat melahirkan anak yang ke 14 pada tahun 1631.
Arsitektur bangunan mengikuti arsitektur Mughal ( perpaduan gaya Persia, Islam dan India ). Keseluruhan bangunan Taj Mahal dihiasi oleh berbagai macam batu permata yang didatangkan dari berbagai negara. Bangunan utama Taj Mahal terbuat dari batu pualam putih yang didatangkan dari Makrana. Dinding bangunan dihiasi kaligrafi 99 Asmaul Husna. Jumlah pekerja terdiri dari 20.000 orang dan mengerahkan 1000 ekor gajah sebagai alat transportasi. Di dalam bangunan tersebut terdapat makam Mumtaz Mahal. Sang arsitek bernama Ustad Ahmad Lahauri.
Arsitektur bangunan mengikuti arsitektur Mughal ( perpaduan gaya Persia, Islam dan India ). Keseluruhan bangunan Taj Mahal dihiasi oleh berbagai macam batu permata yang didatangkan dari berbagai negara. Bangunan utama Taj Mahal terbuat dari batu pualam putih yang didatangkan dari Makrana. Dinding bangunan dihiasi kaligrafi 99 Asmaul Husna. Jumlah pekerja terdiri dari 20.000 orang dan mengerahkan 1000 ekor gajah sebagai alat transportasi. Di dalam bangunan tersebut terdapat makam Mumtaz Mahal. Sang arsitek bernama Ustad Ahmad Lahauri.
Pada tahun 1983 Taj Mahal masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.
Taj Mahal tampak lebih indah dan lebih kemilau pada malam hari pada saat bulan purnama, dua hari sebelum dan sesudah bulan purnama. Tiap hari Jumat dan bulan Ramadhan, Taj Mahal ditutup.
Rabu, 15 Juni 2016
Lelaki yang mengetuk pintu
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Lalu kubuka pintu
" Hai !" sapaku
Lelaki itu yang mengetuk pintu
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Lalu kubuka pintu
" Hai!" sapanya
Lelaki itu lagi yang mengetuk pintu
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Mungkin lelaki itu mencoba mengetuk pintu hatiku
Dan tiba-tiba kulihat sekuntum kembang di taman itu
Terdengar suara ketukan di pintu
Lalu kubuka pintu
" Hai !" sapaku
Lelaki itu yang mengetuk pintu
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Lalu kubuka pintu
" Hai!" sapanya
Lelaki itu lagi yang mengetuk pintu
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu
Mungkin lelaki itu mencoba mengetuk pintu hatiku
Dan tiba-tiba kulihat sekuntum kembang di taman itu
Pelajaran kecil dari kehidupan
" Laki-laki yang tidak memaafkan kesalahan kecil seorang wanita tidak akan menikmati keindahan besarnya." - Khalil Gibran
Beberapa pelajaran yang kupetik dari peristiwa kehidupan sehari-hari :
1. Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang menyayangi kita, karena besok dia belum tentu ada disamping kita.
2. Jangan terlambat untuk membuktikan rasa sayang, karena hari esok belum tentu ada untuk kita.
3. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, dan kita tak akan pernah tahu akan bertemu dengan siapa. Hari esok adalah misteri.
4. Percayalah, jodoh itu datang mengetuk pintu, tanpa ditunggu dan tanpa diundang.
" Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita coba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu." - Khalil Gibran
Beberapa pelajaran yang kupetik dari peristiwa kehidupan sehari-hari :
1. Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang menyayangi kita, karena besok dia belum tentu ada disamping kita.
2. Jangan terlambat untuk membuktikan rasa sayang, karena hari esok belum tentu ada untuk kita.
3. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, dan kita tak akan pernah tahu akan bertemu dengan siapa. Hari esok adalah misteri.
4. Percayalah, jodoh itu datang mengetuk pintu, tanpa ditunggu dan tanpa diundang.
" Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita coba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu." - Khalil Gibran
Langganan:
Postingan (Atom)

