Rabu, 29 Agustus 2012

Srikandi, Prajurit Puteri yang mahir memanah


Dewi Srikandi, tokoh prajurit puteri dalam dunia pewayangan, salah satu puteri Prabu Drupada, raja negeri Pancala,  dengan Dewi Gandawati, sangat ahli memanah dan seorang prajurit handal. Ia bertabiat seperti laki-laki dan gemar pada peperangan. Ia menjaga keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara. Srikandi lambang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Ia merupakan tokoh wanita cantik, cerdas, mandiri dan terampil.

 Srikandi menikah dengan guru memanahnya, Arjuna, yang terkenal dengan ketampanannya. Mereka tidak memiliki putera.

Dalam perang Bharatayuddha, Srikandi tampil sebagai panglima perang Pandawa, menggunakan panah Hrusangkali dan berhasil menewaskan Bisma. Dendam terhadap Bisma terbalas sudah.

Srikandi tewas dibunuh Aswatama yang menyelundup ke keraton Hastinapura setelah berakhirnya perang Bharatayuddha.


Kisah cinta Dewi Srikandi dan Arjuna

Srikandi menghadiri pesta pernikahan Arjuna dengan Dewi Wara Subadra. Ia memperhatikan tingkah laku pasangan pengantin itu. Ia tertarik pada ketampanan Arjuna dan ingin menjadi pengantin.

Beberapa waktu kemudian Srikandi melihat Arjuna mengajarkan cara memanah pada Rarasati, selir Arjuna. Srikandi pun berkeinginan untuk belajar memanah. Maka ia belajar memanah pada Arjuna.

Srikandi pernah dipinang oleh Prabu Jungkungmardea dari negeri Parangkubarja, raja yang berwajah tampan dan sakti. Ayah Srikandi, Prabu Drupada menerimanya dengan senang hati. Tetapi Srikandi menolaknya. Ia mengadu pada Arjuna. Prabu Jungkungmardea dibunuh oleh  Arjuna. Kemudian Arjuna menikahi Dewi Srikandi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar